Korban Begal Payudara di Depok Trauma, Polisi Masih Buru Pelaku

Kamis, 10 Juni 2021 16:12 Reporter : Nur Fauziah
Korban Begal Payudara di Depok Trauma, Polisi Masih Buru Pelaku Ilustrasi garis polisi. ©2013 Merdeka.com

Merdeka.com - Pelaku peremas payudara di Gang Mahali, Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji Depok masih berkeliaran. Pelaku diketahui menggunakan motor matic, jaket abu-abu dan helm. Polisi masih mendalami kasus ini untuk mengungkap identitas pelaku. Sementara itu korban yaitu IM, seorang karyawati sudah membuat laporan kepolisian.

"Korban sudah membuat laporan ke Polsek Beji setelah kejadian. Sedang didalami CCTV. Semoga ada petunjuk siapa pelakunya," kata Kasi Humas Polres Metro Depok Kompol Supriyadi, Kamis (10/6).

Saksi yang diminta keterangan saat ini sudah tiga orang. Antara lain Ketua RT dan pemilik rumah kost. Korban mengaku tidak kenal dengan pelaku. Ketika kejadian, korban baru pulang kerja dan jalan sendirian. Kondisi jalanan memang sepi namun penerangan jalan umum (PJU) cukup terang.

Saat jalan tiba-tiba korban dipepet oleh pelaku yang langsung meremas payudaranya. Korban pun trauma atas kejadian yang menimpanya.

"Korban tidak kenal. Tiba-tiba dipepet pelaku dan tangan kiri dan langsung diremas. Trauma dan kita lakukan pendampingan," ungkapnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Fokus Depok, Afifah Alia mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. Menurutnya itu sebagai bagian 'teror khas' bagi kaum wanita. Peristiwa ini sangat mencoreng Kota Depok dan juga meresahkan kaum wanita. Oleh karena itu dia meminta agar semua pihak memberi perhatian terhadap persoalan ini.

"Untuk kasus remas payudara ini bukan yang pertama di Depok, saya berharap korban melaporkan kasus ini dan kepolisian dapat menangkap pelakunya. Dan pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya," katanya.

Afifah yang juga Ketua Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Kota Depok mengakui untuk mengungkap persoalan ini bukan perkara mudah. Tetapi tetap harus diusut sampai tuntas. Dia pun menginginkan agar tercipta situasi yang nyaman sehingga dapat beraktivitas dengan tenang.

"Kebutuhan warga kota di antaranya adalah keamanan dan kenyamanan," ucapnya.

Pihaknya juga menyediakan nomor pengaduan bagi korban pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak. Warga dapat melapor ke nomor 082115000914 melalui SMS dan WhatsApp.

"Cantumkan nama, alamat dan kasus yang dialami, kami menjamin kerahasiaan pelapor. Dan untuk tindaklanjutnya tentu akan dibahas dulu bersama tim kami," tutupnya. [eko]

Baca juga:
Polisi Periksa Dua Saksi Terkait Kasus Begal Payudara di Depok
Wanita di Depok Jadi Korban Remas Payudara, Pelaku Pakai Motor Matic
Begal Payudara di Sumba Barat Ditangkap Setelah Polwan Menyamar jadi Korban
Polisi Tangkap Begal Payudara yang Beraksi 3 Kali di Jakbar dan Jakpus
Viral Begal Payudara Diuber Pasutri, Tertangkap Diamuk Warga Malah Menantang

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Begal Payudara
  3. Depok
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini