Korban Banjir Kalsel Butuh Pertolongan, Bayi dan Orangtua Tak Bisa Dievakuasi

Jumat, 15 Januari 2021 17:52 Reporter : Rifa Yusya Adilah
Korban Banjir Kalsel Butuh Pertolongan, Bayi dan Orangtua Tak Bisa Dievakuasi Banjir Banjarmasin. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Provinsi Kalimantan Selatan direndam banjir sejak hari Minggu (11/1). Pada sore hari ini (15/1), ketinggian banjir semakin tinggi hingga leher orang dewasa.

Hingga kini, banyak warga korban banjir yang butuh pertolongan segera. Bahkan ada sejumlah warga yang terisolir karena bencana tersebut.

Bahkan salah seorang relawan sampai harus membuat video, hingga viral di media sosial, agar bantuan segera datang. Dalam video tersebut, pria yang mengaku sebagai relawan banjir di Kalsel itu meminta pemerintah untuk segera mengirimkan bala bantuan untuk mengevakuasi warga.

"Ketinggian air sudah sepinggang, sedada bahkan segini (menunjuk lehernya). Kami relawan sudah evakuasi sebagian warga terhitung dari tanggal 11. Hari ini kami masih bertahan tapi kami juga manusia biasa. Kami punya rasa lelah dan keterbatasan tenaga," kata pria dalam video yang viral di media sosial, Jumat sore (15/1).

Dia mengatakan, para relawan banyak jalan yang sudah tidak bisa diakses. Dia berharap, setidaknya pemerintah mengirimkan logistik dari udara ke warga yang masih mengungsi di atap-atap rumah. Dia mengatakan, banyak warga yang kelaparan. Masih banyak sekali warga yang terjebak di beberapa titik dan belum diungsikan.

"Kami banyak dapat laporan, banyak warga yang masih terjebak di beberapa titik di kabupaten-kabupaten. Kami sangat memohon kepada pemerintah agar dinas terkait bisa memberikan bantuan lewat udara karena melalui keluhan warga terdampak banjir, mereka sangat kelaparan," kata dia.

Dia juga mengatakan, ketinggian air membuat para relawan sulit untuk menjangkau ke rumah-rumah warga. Dia melaporkan, masih banyak orangtua dan bayi yang belum bisa dievakuasi. Untuk itu, dia berharap pemerintah segera mengerahkan pasukan untuk mengevakuasi warga dan mengirimkan logistik. Sebab, para relawan mengaku sangat terbatas dalam jumlah personel maupun peralatan/ kendaraan.

"Bahkan bayi dan orangtua tidak sempat kami evakuasi karena medan yang cukup sulit. Cukup miris. Apa daya kami sebagai relawan, transportasi kami terbatas menggunakan roda 2, ada juga 4, tapi kami berharap pemerintah bisa mengirimkan armada melalui udara. Paling tidak menjatuhkan logistik ke daerah terdampak banjir yang sulit kami jangkau," ujarnya.

Dia mengaku sudah cukup lelah karena telah berjuang dengan keras selama lima hari ini untuk mengevakuasi warga Kalimantan Selatan.

"Sedikit demi sedikit kami bertahan, tapi mohon kepada pemerintah terkait. Kami juga sudah lelah, kami juga punya anak dan keluarga di Banjarmasin," tutupnya.

[rnd]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini