Konvoi usai UN, sekolah di Temanggung denda siswa Rp 200.000

Kamis, 7 April 2016 11:52 Reporter : Parwito
Konvoi usai UN, sekolah di Temanggung denda siswa Rp 200.000 Siswi ngaku anak jenderal. ©2016 merdeka.com/istimewa

Merdeka.com - Selain mencorat-coret seragam sekolah, merayakan kelulusan dengan menggelar konvoi kendaraan tampaknya sudah menjadi adat tahunan bagi para pelajar untuk merayakan kelulusan.

Meski upaya razia oleh pihak kepolisian guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan selalu digencarkan, namun masih ada saja yang merasa tidak kapok.

Namun, berbeda bagi SMK Swadaya Temanggung yang mengenakan denda bagi pelajar kedapatan konvoi usai pelaksanaan ujian nasional.

"Untuk lulusan tahun 2016, kami akan memberlakukan denda Rp200 ribu bagi pelajar SMK Swadaya yang ketahuan ikut dalam rombongan konvoi," ujar Kepala Sekolah SMK Swadaya, Kamis (7/4).

Muhasyim menilai kegiatan konvoi seperti itu sudah barang tentu mempermalukan nama baik sekolah dan berpotensi mengganggu kenyaman masyarakat saat berkendara.

Denda, lanjut Muhasyim, sudah diberlakukan sejak beberapa tahun terakhi dimana sanksi awal dikenakan sebesar Rp 50.000, kemudian naik Rp 100 ribu, hingga saat ini ditetapkan dendanya sebesar Rp 200 ribu per anak.

Kenaikan nominal denda sendiri kembali diberlakukan akibat jumlah sebelumnya dianggap belum memberikan efek jera. Terbukti dengan adanya satu dua siswa yang masih saja terlibat pada periode sebelumnya.

Muhasyim menambahkan uang denda yang terkumpul nantinya tidak akan masuk dalam kas sekolah, namun akan kembali disalurkan kepada para fakir miskin yang lebih membutuhkan.

"Dengan cara itu kami menilai pelajar akan mendapat dua pelajaran penting. Pertama efek jera, kedua belajar tentang bagaimana cara berbagai kepada sesama," pungkasnya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini