Konvoi seni dan marawis iringi pendaftaran PDIP ke KPU

Rabu, 11 Oktober 2017 14:44 Reporter : Sania Mashabi
Konvoi seni dan marawis iringi pendaftaran PDIP ke KPU Konvoi budaya PDIP saat daftar ke KPU. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Konvoi kesenian dan lantunan salawat dengan irama tanjidor mengiringi pendaftaran PDI Perjuangan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat. Iring-iringan panjang berbaris dua yang start dari Taman Suropati itu berjalan kaki menuju KPU.

Rombongan DPP PDI Perjuangan yang turut dalam konvoi itu dipimpin langsung Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Adapun jajaran DPP yang turut dalam konvoi diantaranya Bendahara Umum Olly Dondokambey, Ketua DPP Andreas H Pareira, Syukur Nababan, Hendrawan Supratikno, Juliari Batubara, Mindo Sianipar, dan Wasekjen Ahmad Basarah.

Hadir juga Bendahara DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Waras Wasisto yang menyiapkan sejumlah kesenian dari Jabar. Hasto mengungkapkan, konvoi seni dan budaya ini menjadi cermin dan watak budaya PDI Perjuangan dalam berpolitik.

"Dalam rangkaian pendaftaran ini kami tampilkan seluruh ekspresi kebudayaan agar politik bertitik tolak dari keindahan nusantara kita, dari kekayaan budaya yang kita miliki, bukan meng-copy dari budaya-budaya barat," ujar Hasto di lokasi, Rabu (11/10).

Selain rombongan DPP PDI Perjuangan, konvoi juga berisi 15 orang anggota Paskibra, 50 orang anggota marching band, 80 orang Parade Budaya, 20 orang pengendara sepeda onthel, 15 orang pemain marawis, 25 orang pemain Tampak Beduk, 80 orang Sisingaan, 30 orang pencak silat dan jaipong, dan 10 orang pemain tanjidor.

Proses pendaftaran ini berlangsung sangat meriah bak pesta rakyat. Iring-iringan rombongan seni budaya nusantara berjalan kaki dari Taman Suropati menuju Gedung KPU yang jaraknya sekitar 1 km.

Rangkaian iring-iringan pendaftaran PDI Perjuangan ke KPU ini menampilkan peserta yang menggambarkan kekayaan adat budaya nusantara. Proses parade dimulai dari Paskibra yang berjalan rapi di barisan terdepan, kemudian disusul marching band dengan tabuhan genderang yang memompa semangat.

Parade ini lalu menampilkan iring-iringan para perempuan yang mengenakan pakaian khas daerah di selurih Indonesia. Juga ada aneka seni budaya, sepeda onthel, marawis, rampak bedug, sisingaan, pencak silat, jaipongan, tanjidor, serta dikawal dengan mobil Baguna. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini