Kontroversi Usulan Jokowi Ganti Eselon dengan Robot, Ini Untung Ruginya

Rabu, 4 Desember 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kontroversi Usulan Jokowi Ganti Eselon dengan Robot, Ini Untung Ruginya Jokowi Hadiri Pertemuan Tahunan BI 2019. ©2019 Liputaan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan mengganti eselon III dan IV dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Menurutnya, hal tersebut diperuntukkan untuk memperbaiki sistem birokrasi di Indonesia agar lebih cepat.

"Mungkin nanti sebagian eselon IV dulu, baru sebagian eselon III. Dan kita ingin, karena sekarang ada AI, yang bisa membantu kita dalam hal teknis, administrasi bisa mengerjakan dalam akumulasi data bisa, tidak manual. Bisa pengolahan data. Jadi ini yang mau kita kerjakan," ucap Jokowi, Senin (2/12).

Meski begitu, ada untung dan rugi jika rencana Jokowi ini terealisasi. Berikut ulasannya:

1 dari 4 halaman

Kerja Lebih Cepat

Salah satu tujuan Jokowi mengganti eselon menjadi artificial intelligence (AI), untuk memperbaiki sistem birokrasi di Indonesia agar lebih cepat untuk lakukan perubahan. Jokowi menjelaskan, proses tersebut masih dalam jangka pembahasan. Sebab itu, penggantian akan dilakukan dari eselon IV terlebih dahulu.

"Kita butuh kecepatan dalam bekerja, dalam memutuskan. Kita butuh kecepatan dalam bertindak di lapangan, karena perubahan-perubahan ini sudah sangat cepat. Kita tidak ingin memotong pendapatan dari ASN kita," kata Jokowi.

2 dari 4 halaman

Tak Ada Pemangkasan Karyawan

Presiden Joko Widodo berencana memangkas jabatan struktural eselon III dan IV. Menteri Sekretaris Negara Pratikno memastikan pemangkasan jabatan eselon tidak terkait dengan pengurangan pegawai.

"Kalau eselon dirampingkan idenya sama sekali enggak ada hubungannya dengan pengurangan pegawai, kenaikan pangkat, ruang kenaikan pangkat menjadi berkurang. Apalagi ini penurunan penghasilan, nggak sama sekali," tegasnya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (7/11).

Pratikno menekankan, rencana pemangkasan eselon III dan IV semata untuk mempercepat pengambilan keputusan. Dengan tidak adanya struktural eselon III dan IV, pengambilan keputusan dipandang singkat karena hanya ditangani eselon I dan II.

"Jadi kalau eselon III-IV berkurang, rentang jadi pendek, sekaligus dibuka ruang selebar-lebarnya untuk jabatan fungsional," ucap dia.

3 dari 4 halaman

Kementerian yang Jadi Contoh Perampingan Eselon

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengabarkan, ada tiga kementerian dan lembaga yang akan mengawali proses pemangkasan eselon sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketiga instansi tersebut antara lain Kementerian PANRB, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Sementara Kementerian PANRB selesai, Kementerian Keuangan selesai, ini bertahap baru eselon I-nya, sampai eselon II di Kementerian BUMN. Nanti yang lain akan terus bertahap," ujar dia jelang acara Malam Anugerah ASN 2019 di Gedung TVRI, Jakarta, Senin (2/12).

Perampingan eselon ini sebagai imbas dari adanya rencana penggantian eselon dengan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

4 dari 4 halaman

Reformasi Sistem

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo menyatakan, proses pemangkasan eselon di tubuh pemerintah bukanlah menggantikan peran manusia dengan robot, tetapi lebih kepada reformasi sistem.

"Iya, sistem. Sistem yang saya kira sudah berhasil digunakan di Singapura, di Korea Selatan. Itu contoh birokrasi yang sangat-sangat profesional. Siapapun presiden, kepala daerahnya, tidak mempengaruhi proses birokrasi," jelasnya, Senin (2/12).

"Kalau kemarin bapak Presiden (Joko Widodo/Jokowi) mengatakan robot, ini dalam pengertian bukan robot. Bukan diganti robot," dia menambahkan.

Tjahjo lantas membandingkannya dengan otomatisasi yang kini marak dilancarkan untuk mempermudah proses pelayanan.

"Dulu kita masuk pintu tol dilayani orang, sekarang tidak, pake mesin. Kita masuk rumah sakit sudah sistem online, pendaftaran sistem online. Makanya memangkas birokrasi untuk tidak selalu berhadap-hadapan antara masyarakat dengan yang mencari layanan, mencari perizinan," tuturnya. [dan]

Baca juga:
Pemangkasan Eselon di Seluruh Instansi Ditargetkan Paling Lambat 1 Tahun
Menteri PANRB: Pemangkasan Eselon Bukan Angkat Robot Tapi Ganti Sistem
Pemangkasan Eselon Tak Bisa Dilakukan Serentak di Seluruh Kementerian Lembaga
Pejabat Eselon III dan IV Terdampak Perampingan Tetap Miliki Jenjang Karir
Jokowi Soal Ganti Eselon dengan Robot: Kita Butuh Kecepatan Bekerja

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini