KontraS soal pidato Jokowi tak ada HAM: Betapa sulit di era Jokowi

Rabu, 16 Agustus 2017 16:57 Reporter : Intan Umbari Prihatin
KontraS soal pidato Jokowi tak ada HAM: Betapa sulit di era Jokowi Jokowi di Rapimnas Hanura. ©Setpres RI/Rusman

Merdeka.com - Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Yati Andriyani mengritisi pidato Presiden Joko Widodo di sidang tahunan MPR/DPR/DPD di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat. Dia mengritik pidato Jokowi yang tidak menyinggung soal Hak Asasi Manusia (HAM).

Menurutnya, dalam pidatonya, Jokowi tidak memiliki keinginan untuk menyelesaikan persoalan HAM, termasuk kasus pembunuhan Munir.

"Hari ini tepat memberikan sambutan di DPR dan tidak ada isu soal HAM termasuk dengan kasus Munir dan pemerintahannya dia akan menyelesaikan kasus Munir. Ini jelas betapa sulit di era Jokowi," kata Suci di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Rabu (16/8).

Sebelumnya, istri Almarhum Munir, Suciwati juga mengomentari pidato Jokowi yang tak menyinggung soal HAM. Suciwati menilai isu HAM hanya untuk komoditi politik Jokowi saja.

"Kalau saya satu kalimat 'Kau yang mulai kau yang mengingkari'. Artinya ya dia memang jadi bisa melihat dengan kasat mata bahwa HAM itu hanya komoditi politik. Supaya dia bisa berkuasa," kata Suci di Kantor KontraS, Jakarta Pusat, Rabu.

Dia juga menilai Jokowi mengingkari janjinya. Lantaran hanya memanggil para pegiat hukum dan akan menindaklanjuti.

"Kalau lihat pidatonya tadi dulu ngomong Papua luar biasa. Enggak ada di situ HAM apalagi. Kita lihat sebuah bangunan yang kosong tanpa manusia. Ya intinya pemerintahan Jokowi seperti itu," ungkap dia.

"Ini berarti saya bilang pemerintahan tanpa jiwa ini kosong. Saya pikir dalam penindakan hukum dan HAM Jokowi nol," tambah dia.

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk ke depannya jika para calon presiden menjanjikan mengungkap HAM bisa langsung dicoret.

"Ini catatan penting untuk masyarakat ke depan kalau mereka menggunakan itu siapapun yang mencalonkan presiden kita bisa ignore dan tidak pilih," pungkas dia. [dan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini