KontraS nilai polisi belum becus tangani demonstran

Rabu, 28 Maret 2012 00:12 Reporter : Lia Harahap
Demo tolak BBM. merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Hari ini, aksi unjuk rasa mewarnai sejumlah daerah di Indonesia termasuk ibu kota Jakarta sebagai bentuk protes atas kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Puluhan ribu pasukan anti huruhara dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi agar tidak berakhir ricuh.

Melihat cara polisi melakukan pengamanan hari ini, Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Sebab berbagai bentrokan justru terjadi di lima lokasi unjuk rasa di kawasan Jakarta.

"Kita melihat masih terjadi gesekan antara massa demonstran dengan aparat kepolisian tidak bisa dihindari," kata Koordinator KontraS, Haris Azhar, dalam rilisnya yang diterima merdeka.com, Rabu (28/3).

Berdasarkan pemantauan KontraS, ada beberapa bentuk pelanggaran HAM yang dilakukan aparat polisi terhadap massa yang sebagian besar berasal dari kalang mahasiswa. Seperti, penembakan dengan senjata gas air mata, penyemprotan dengan water cannon, penangkapan, penyerangan, perampasan kamera dan memory card milik jurnalis, dan pengejaran demonstran hingga ke pemukiman penduduk.

"Puluhan orang ditangkap dan ditahan di Polda Metro Jaya. Puluhan lainnya juga terluka dalam insiden ini," tambahnya.

Tak hanya itu, lanjut Haris, KontraS juga menemukan keberadaan anggota Kodim 0501 di Gambir. Anggota Kodim itu terlihat melakukan pengarahan pengamanan aparat polisi hingga sore.

"Semestinya, bentrokan sore di Gambir bisa dihindari, jika aparat kepolisian tetap memegang prosedur pengamanan secara konsekuen," ujarnya.

Oleh karena itu, KontraS berkesimpulan bahwa aparat kepolisian masih telah keluar dari prinsip-prinsip nesesitas (keperluan), proporsionalitas dan aturan-aturan internal yang telah ditetapkan saat mengamankan aksi unjuk rasa.

"Maka dari itu, ini KontraS meminta Polri untuk bertindak secara terukur, taat prosedur dan melakukan pendekatan persuasif terhadap aktivitas demonstrasi terkait kebijakan BBM jelang 1 April 2012," tegas Haris.

Lebih jauh dia menjelaskan, bahwa KontraS akan memantau terus aktivitas pengamanan baik yang dilakukan di ibu kota dan kota-kota lainnya saat aksi-aksi unjuk rasa lainnya dilakukan.

"Termasuk keterlibatan TNI dalam melakukan pengarahan pengamanan untuk keputusan kebijakan BBM ini," tandasnya.

Aksi unjuk rasa yang berujung ricuh membuat 32 orang yang ikut berdemo diamankan pihak kepolisian. Beberapa dari mereka juga ada yang mengalami luka. Tak hanya dari massa yang berdemo, sedikitnya 170 aparat kepolisian juga mengalami cidera. [lia]

Topik berita Terkait:
  1. Bentrok Mahasiswa Dan Polisi
  2. Demo BBM
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.