Konsumen sering ditolak beli motor secara tunai

Jumat, 29 Juli 2016 07:00 Reporter : Marselinus Gual
Konsumen sering ditolak beli motor secara tunai motor. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang warga DKI Jakarta, Daus (27) kesal karena pihak dealer motor menolak pembelian secara cas. Pihak dealer beralasan, mereka kekurangan stok dan mencari alasan membeli dengan cara kredit.

Apa yang dialami Daus ternyata juga dirasakan Winar (32). Karyawan swasta ini pernah ditolak oleh pihak dealer hanya karena membeli motor secara cas. Padahal, keduanya membeli secara cas karena tidak mau terbebani cicilan tiap bulannya.

Strategi ini tentu sebagai upaya komisi yang diperoleh lebih besar. Dalam kasus seperti ini, pihak leasing biasanya menjadikan dealer atau sales sebagai mitra utama pemasaran. Laku tidaknya motor sangat tergantung dari penjualan oleh pihak dealer atau sales. Caranya gampang, setiap penjualan motor ditawarkan bonus yang cukup lumayan.

Sebagai contoh, setiap penjualan satu unit motor secara cas, keuntungan yang diperoleh dealer atau sales hanya Rp 100.000. Sedangkan untuk penjualan satu unit motor secara angsuran maka keuntungan bisa tiga kali lipat atau Rp 300.000. Maka tak heran setiap dealer tentunya berlomba-lomba menjual secara banyak termasuk menawarkan kredit murah agar motor bisa terjual banyak.

"Biasanya hal itu dilakukan oleh sales. Mereka, kalau kita beli dengan cas ngarahinnya ke kredit karena mereka mau dapat komisinya," kata Rony, seorang pegawai di sebuah dealer di Jakarta ketika berbincang dengan merdeka.com, Jakarta, Selasa (26/7).

Perbincangan dengan Rony ini pula sedikit mengungkap fakta itu. Rony menganjurkan sebaiknya membeli motor dengan cara kredit. Dia beralasan, jika membeli secara cas, seorang customer paling tidak perlu menunggu tiga bulan agar Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) baru dikeluarkan oleh pihak dealer.

Tenggang waktu yang demikian menurut dia akan lebih aman jika membeli secara kredit karena akan mendapat jaminan berupa asuransi kehilangan.

"Kalau saya sih saran lebih baik uang muka besar lalu angsurannya untuk satu tahun. Kan kalau motor hilang kita masih dapat asuransi dan bisa diganti yang baru. Tapi itu tergantung kita juga sih maunya yang mana," jelas dia.

Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI, Sularsi mengatakan praktik seperti ini bukan tidak mungkin terjadi dalam masyarakat. Namun, kata dia, masyarakat punya hak untuk memilih dealer mana yang cocok untuk dia dan apakah dealer tersebut sesuai dengan cara pembelian cas atau kredit.

"Kuncinya pada customer, dia punya hak untuk memilih. Kita bisa bandingkan satu dealer dengan dealer lain sebelum memutuskan untuk membeli," kata Sularsi ketika dihubungi merdeka.com.

Namun demikian, kata dia, akan terjadi masalah jika sebuah perusahan motor hanya menunjuk satu lembaga pembayaran (leasing). Jika hal itu terjadi maka terjadi sebuah monopoli dalam masyarakat. Biasanya, sebuah perusahaan besar menunjuk leasing mana saja yang bisa dipercaya.

"Tapi kalau hanya nunjuk hanya satu leasing ini sebuah monopoli dan bisa lapor ke Komisi Pengawas persaingan Usaha (KPPU)," jelasnya.

Apakah semua dealer motor atau salesnya melakukan hal demikian? Merdeka.com pun coba menelusuri informasi ini dengan mendatangi beberapa dealer motor di kawasan Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Sebuah dealer motor pabrikan ternama menjadi tempat pertama didatangi.

Salah seorang pegawai dealer Yenny mengatakan siap melayani pembelian cas, syaratnya cuma satu, memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). "Barangnya kita antar hari ini juga," kata Yenny.

Hal yang sama ditemukan di salah satu dealer motor. Herman, sang pegawai dealer mengatakan pihaknya melayani pembelian secara cas. Namun sebagai penjual, dia juga tak lupa menawarkan pembelian secara angsuran atau kredit.

Penelusuran pun berlanjut ke salah satu dealer motor berukuran kecil di kawasan Jakarta Pusat. Di sini, pihak dealer juga mengakui hal yang sama. "Kita bisa layani pembelian cas. Barang bisa turun har ini juga," ungkap Sherly, sales di delaer tersebut. [did]

Topik berita Terkait:
  1. Motor
  2. Jakarta
  3. Penjualan Sepeda Motor
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini