Konsultan pajak berikan motivasi kepada siswi SMK tuk meraih masa depan

Selasa, 21 November 2017 14:17 Reporter : Endang Saputra
The Future Talks di SMK Global Surya Mandiri, Kota Bekasi Jawa Barat. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Universitas Gunadarma (UG) berkolaborasi dengan KapanLagi Network (KLN) kembali menggelar The Future Talks. Senin (20/11), kegiatan digelar di SMK Global Surya Mandiri, Kota Bekasi Jawa Barat.

Adapun pembicara inspiratif yang dihadirkan adalah konsultan pajak Lulu Diany. Di hadapan siswa SMK Global Surya Mandiri , dia berbicara pengalamannya dengan tajuk 'Kerja Nggak Harus di Kantor, Kok'.

Lulu diundang sebagai pembicara, karena dianggap sukses menjadi konsultan pajak yang bisa bekerja di rumah. Lulu menceritakan, yang disampaikannya lebih banyak soal pengalamannya waktu bekerja di kantor dan sekarang menjadi konsultan pajak yang independen tak hanya itu, dia pun memiliki beberapa karyawan.

"Jadi tadi itu memberikan gambaran tentang profesi saya sebagai konsultan pajak, tapi di situ juga saya memberikan motivasi dan informasi lebih luas lagi tentang pekerjaan ini konsultan pajak bisa dilakukan di rumah tidak perlu ke kantor," kata dia.

Dia sengaja mengangkat tema terkait kerja tidak harus ke kantor, lantaran disesuaikan dengan perkembangan zaman, khususnya dunia teknologi informasi. Sebab tantangan sekarang berbeda dengan era sebelumnya.

"Bekerja menjadi konsultan pajak ini menjadi pilihan, kalau ikut bekerja sama orang pastinya kita setiap hari harus ke kantor. Saya kerja di rumah independen memanfaatkan kemajuan teknologi, memanfaatkan email, memanfaatkan Whats App, memanfaatkan telepon. Nah, itu bisa dimanfaatkan biar bisa komunikasi dengan klien kerja di rumah, jadi pilihan kerja di rumah itu pilihan apa lagi era berkembang pada saat ini," ujarnya.

The Future Talks di SMK Global Surya Mandiri, Kota Bekasi Jawa Barat 2017 Merdeka.com


Di sisi lain, Lulu mengaku, karirnya dimulai sejak bekerja di kantoran, dari perjalanan mencari ilmu dan mencari pengalaman di beberapa kantor konsultan pajak.

"Karir awal-awalnya kerja kantoran dulu itu bagian dari perjalanan cari ilmu, cari pengalaman setelah itu pelan-pelan mulai berani bekerja untuk diri sendiri tidak harus ke kantor independen," jelasnya.

Katanya, bekerja sebagai seorang konsultan pajak di rumah cukup menarik tidak perlu tiap hari ke kantor bergelut dengan kemacetan berangkat pagi pulang malam.

"Sukanya satu terutama tidak harus ke kantor, pagi-pagi ke kantor macet-macet membuat stres di jalanan sampai di kantor sudah capek. Kedua, saya tetap saja mempunyai penghasilan tapi tetap mempunyai kebebasan waktu untuk mengatur pekerjaan saya, tetap sesekali saya berangkat ke kantor bertemu klien, tapi waktunya bisa diatur tidak setiap hari dalam seminggu 5 hari dari jam 9 sampai jam 5 tidak bebas," ungkapnya.

Dukanya, lanjut dia kalau pekerja konsultan pajak, efisiensinya bekerja pajak, seperti bulan Maret SPPT tahunan pribadi lalu bulan April, SPPT badan nah kalau waktunya berasa bekerja sampai 24 jam tidak cukup.

The Future Talks di SMK Global Surya Mandiri, Kota Bekasi Jawa Barat 2017 Merdeka.com


"Tapi sekarang sudah ada yang membantu saya, ada beberapa karyawan. Buat bantu saya enggak tertanggulangi cuma tetap, dukanya karena kerja sendiri tidak ngerasain namanya THR, kalau lebaran cuma Free SPPT tahunan sebagai THR karena casnya lebih," ujarnya.

Untuk merintis karir, Lulu menyarankan kepada generasi muda untuk membentuk karakter dan perilakunya sejak dini. Mencari ilmu yang sebanyak-banyaknya, mencari teman yang seluas-luasnya.

"Mumpung masih muda ayo cari ilmu, pengalaman sebanyak-banyaknya dan seluas-luasnya termasuk networking karena saya merasakan sendiri banyak yang saya sesali waktu masih muda kenapa tidak kursus ini, kursus itu, kenapa enggak ambil les ini. Mumpung masih muda masih ada waktu banyak, tak perlu mikirin finansial, keluarga, anak, keluarga, walaupun sedikit pasti berguna manfaatkan mumpung masih muda," kata dia.

Selain itu, Lulu juga melihat potensi siswa-siswi SMK Global Surya Madiri, khususnya kelas XII Akuntansi bahwa sudah memiliki dasar Akuntansi jadi tidak sudah jika menjadi konsultasi pajak.

"Mereka ini kalau sudah sekolah kejuruan berarti sudah punya dasar. Kayak sekarang jurusan akuntansi lebih dalam mempelajari akuntansi beda dengan anak SMA. Akuntansi itu salah satu dari mata pelajaran mereka belajar yang lain, kalau akuntansi di sini kan mereka sudah spesial akunting sudah kuliah jurusan akuntansi, cuma ini mereka SMK jadi mereka sudah memiliki dasar untuk misalnya kalau berminat untuk menjadi konsultan pajak," ujarnya.

Lulu menambahkan, The Futures Talk merupakan acara yang cukup penting bagi generasi muda. Alasannya, para siswa berkesempatan mendapat inspirasi dari narasumber berkompeten di bidangnya.

"Oh iya, penting ya ampun. Kenapa dari dulu enggak ingetin seperti ini? kita kalau anak muda sekarang ini masih blur, masih ngambang, masih enggak jelas. Tahunya prosesi apa dokter, pengacara begitu-begitu di luar itu banyak, biar yang muda-muda ini dikasih tahu ada prosesi itu banyak macam-macam seperti pilihan. Seperti perempuan saya ingin kerja tapi tidak meninggalkan anak dan suami, nggak setiap hari. Biar mereka tahu, loh banyak di luar sana seperti online shop, konsultan pajak dan lain-lain,dengan acara ini ada gambaran buat anak-anak muda untuk meraih masa depan," katanya.

Lulu menjelaskan bahwa kendala utama anak muda zaman sekarang itu gampang terlena kebanyakan bermain seperti bermain media sosial dan lain-lain.

"Kalau tidak kuat mental, gampang terlena dalam arti kebanyakan main, banyakan sosial media dan lain-lain, kadang-kadang lupa apa yang mereka buat sekarang akan menentukan masa depan mereka. Jadi kayaknya kebanyakan terlena masih labil sekarang godaannya lebih berat, akses teknologi begitu pesat sosial media jadi yang bikin orang terlena waktu habis ngecek, facebook dan Instagram lupa belajar, jarang baca buku," jelasnya.

Untuk menghadapi masa depan, kata Lulu harus memiliki kepribadian yang kuat dan visi yang jelas.

"Dari zaman ke zaman sama, harus punya kepribadian yang kuat. Belum punya visi dan misi yang jelas wajar kalau anak muda belum punya. Kadang-kadang dijalani dulu tapi paling enggak punya kepribadian yang kuat, paling tidak tahu mana yang baik, mana yang tidak benar godaan anak muda sekarang, sampai urusan teknologi lebih kuat," kata dia.

Sementara itu, Guru Akuntansi Tri Yuliani SMK Global Surya Mandiri menilai acara The Future Talk tersebut sangat bagus bisa memotivasi siswa-siswi untuk meraih masa depan.

"Alhamdulillah, bagus berjalan dengan baik mudah-mudahan dan siswa siswi yang ada di SMK ini nantinya ada minat untuk ke arah yang lebih baik untuk meraih masa depan. Mudah-mudahan terbuka anak-anak ini punya minat baru dengan acara The Future Talks ini sekarang ini semakin termotivasi," katanya. [hhw]

Topik berita Terkait:
  1. Universitas Gunadarma
  2. Bekasi
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini