Kongres V PDIP Menekankan Pentingnya Pancasila sebagai Kekuatan Jiwa Bangsa

Senin, 12 Agustus 2019 11:28 Reporter : Ahda Bayhaqi
Kongres V PDIP Menekankan Pentingnya Pancasila sebagai Kekuatan Jiwa Bangsa Hasto Kristianto. ©2016 merdeka.com/tommy lasut

Merdeka.com - PDI Perjuangan telah menuntaskan agenda forum tertinggi partai, Kongres V di Bali. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut Kongres V merupakan wujud penegasan partai bahwa Pancasila adalah final untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia dengan ekspresi kebudayaan.

Sikap politik PDIP diambil saat cara pandang ekstrem keagamaan hingga tindakan radikal berbasis sentimen sara mengalami tren menguat. Hasto menilai, berpolitik adalah soal kehidupan bersama dalam satu kekuatan kolektif, satu bangsa bertanah air satu Indonesia.

"Maka Kongres V PDI Perjuangan menekankan pentingnya Pancasila sebagai kekuatan jiwa bangsa yang dijabarkan dalam Tri Karsa," kata Hasto di Jakarta, Senin (12/8).

Hasto menjelaskan apa itu Tri Karsa, pertama Pancasila sebagai pedoman kehidupan, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kedua, Pancasila sebagai pedoman perencanaan pembangunan di segala bidang kehidupan. Di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan, maupun bidang lingkungan hidup dalam politik legislasi, politik anggaran, dan politik pengawasan.

Ketiga, Pancasila yang menghidupi rakyat dalam 5 bidang prioritas yakni bidang sandang pangan papan, pendidikan, tenaga kerja dan jaminan sosial, infrastruktur dan lingkungan hidup, agama, kepercayaan, mental spiritual dan kebudayaan.

Hasto menuturkan, kesejatian politik ada pada wajah kebudayaan. Karena itu, Kongres V PDIP mengangkat semangat berkebudayaan Indonesia secara khusus.

Wajah kebudayaan tersebut, politik menempatkan perjuangan kemanusiaan sebagai hal yang hakiki. Tujuannya masyarakat adil dan makmur, bebas dari penjajahan, termasuk di ranah ekonomi.

Tujuan lainnya akan hidup rukun dan toleran, kedisiplinan serta kesetaraan warga negara. Hal itu kata Hasto merupakan cermin dari penghormatan nilai kemanusiaan.

"PDI Perjuangan menempatkan kebudayaan sebagai esensi pokok nasionalisme yang berkepribadian Indonesia," sebut Hasto.

Ditegaskan Hasto, kongres V PDI Perjuangan merupakan permintaan partainya kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap harus berbangga dengan warisan kebudayaan nusantara.

Sebab bagi PDI Perjuangan, kebudayaan Indonesia sudah begitu berwarna, indah, penuh daya cipta, rasa, dan karsa. Tidak monoton dan homogen.

"Lihatlah dari aspek yang sederhana, keanekaragaman makanan nusantara dengan bumbu-bumbuan yang beraneka cita rasa, terlengkap di dunia. Ini adalah capaian kebudayaan yang seharusnya diangkat dan menjadi wajah politik Indonesia," kata Hasto.

"Maka esensi pokok Kongres V PDI Perjuangan adalah Pancasila dalam seluruh ruang ekspresi kebudayaan Indonesia." pungkasnya. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. PDIP
  2. Kongres PDIP
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini