Kongres bukti Demokrat mesra ke Jokowi menjauh dari Prabowo?

Kamis, 14 Mei 2015 08:31 Reporter : Mardani
Kongres bukti Demokrat mesra ke Jokowi menjauh dari Prabowo? Jokowi di Kongres Demokrat. ©Setpres RI/Rusman
Kongres Partai Demokrat telah selesai digelar. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjadi calon tunggal terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum partai berlambang bintang Mercy itu.

Merdeka.com -

Banyak hal menarik dalam kongres yang digelar di Surabaya itu. Salah satunya soal kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan absennya Prabowo Subianto.

Dalam kongres itu, tamu undangan yang hadir justru lebih didominasi oleh elite parpol anggota Koalisi Indonesia Hebat (KIH) pendukung Jokowi-JK. Sementara, hanya sedikit elite Koalisi Merah Putih (KMP) yang hadir.

Para petinggi KIH yang hadir yakni; Ketum Hanura Wiranto, Ketum PKPI Sutiyoso, Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuziy juga tampak hadir. Hanya perwakilan NasDem yang tak nampak di lokasi.

Sementara, petinggi KMP yang hadir hanya Waketum Gerindra Fadli Zon. Sedangkan Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Waketum Golkar Setya Novanto hadir sebagai ketua MPR dan ketua DPR bersama Ketua DPD Irman Gusman.

Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Ketum Golkar Aburizal Bakrie, Ketum PKS Anis Matta tak tampak di lokasi kongres.

Tidak hadirnya para elite KMP menimbulkan tanda tanya. Sebab, dulu saat masa pilpres dan beberapa waktu setelahnya, Demokrat lebih cenderung dekat ke KMP pendukung Prabowo-Hatta.

Bahkan, Fraksi Demokrat di DPR kala itu secara terang-terangan mendukung Prabowo-Hatta. Namun kini konstelasi politik partai yang identik dengan warna biru itu sepertinya telah berubah.

Demokrat kini cenderung dekat atau merapat ke PDIP dan koalisinya, KIH. Beberapa saat sebelum kongres digelar, SBY secara khusus mengirim Ketua Harian Demokrat Syarif Hasan dan Sekjen Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) untuk menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di kediaman Mega di Teuku Umar, Jakpus.

Tujuannya, untuk mengundang Mega hadir dalam Kongres Demokrat. Hal ini kali pertama terjadi. Pasalnya, menurut mantan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, pada kongres sebelumnya, Mega tak pernah diundang [ary] SELANJUTNYA

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini