Kompolnas: Buruknya pelayanan Polda Metro Jaya jadi sorotan warga

Rabu, 22 April 2015 21:34 Reporter : Muchlisa Choiriah
Kompolnas: Buruknya pelayanan Polda Metro Jaya jadi sorotan warga Apel pengamanan Konferensi Asia Afrika. ©2015 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Komisioner Komisi Polisi Nasional (Kompolnas), Adrianus Meliala dan Edi Saputra Hasibuan berkunjung ke Polda Metro Jaya. Kunjungan tersebut dilakukan untuk mengklarifikasi 100 kasus yang ditangani Polda Metro Jaya.

"Ada sekitar 100 kasus, kami bagi dalam tiga kali pertemuan, minggu lalu, minggu ini dan minggu depan. Masing-masing sekitar 30-an kasus," ujar Adrianus di Polda Metro Jaya, Rabu (22/4).

Adrianus mengungkapkan bahwa kasus yang diurusnya sepanjang tahun 2014 umumnya meliputi pidana kriminal umum. Kasus-kasus tersebut tidak hanya di Polda Metro Jaya, melainkan juga dari berbagai polres. Namun diakui bahwa yang paling tinggi pengaduan saat ini memang di Polda Metro Jaya.

"Memang relatif ya, dari segi pengaduannya memang reserse Polda Metro tertinggi, kalau jumlahnya dari 1.200, memang pengaduan reserse tertinggi hampir 95 persen. Dan dari 95 persen itu pengaduan kriminal umum paling banyak," ungkapnya.

Adrianus menjelaskan, kriminal umum (krimum) memiliki beberapa indikator, yang paling sering dilaporkan yaitu pelayanan buruk, diskriminasi, korupsi, kekerasan, diskresi yang salah dan pelanggaran HAM. Pelayanan buruk, menurut Adrianus merupakan laporan yang sering dia dapati.

"Kami banyak dapat laporan krimum. Sebenarnya kami enggak peduli kasusnya, polisi mau SP3 atau P21 kek terserah polisi. Bahwa masyarakat enggak puas dengan hasilnya itu urusan mereka juga, kami hanya menyampaikan keluhan untuk diproses. Mereka sebagai pejabat publik yang menangani nantinya harus ambil keputusan," tuturnya.

Namun, Adrianus menegaskan bahwa penilaian juga harus bersifat realistis, Indonesia bukan negara yang sejahtera. Adrianus menjelaskan sering dapat aduan dan baru ditangani 6 bulan kemudian oleh pihak Polda Metro.

"Kita lihat prosesnya bukan hasilnya. Macam-macam kasusnya, tapi intinya pelayanan buruk, terutama masalah waktu penanganan. Karena Polda Metro sebagai barometer maka harus dianggap serius, mengingat pada jumlah yang lain yang lebih rendah," tutupnya. [siw]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Polri
  3. Kompolnas
  4. Jakarta
  5. Polisi
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini