Kompolnas Akui Intelijen sudah Ingatkan Risiko soal Jadwal Arema FC-Persebaya

Selasa, 4 Oktober 2022 13:32 Reporter : Darmadi Sasongko
Kompolnas Akui Intelijen sudah Ingatkan Risiko soal Jadwal Arema FC-Persebaya Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS/Stringer

Merdeka.com - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Albertus Wahyurudhanto mengakui intelijen Kepolisian sudah mengingatkan risiko, terkait jadwal pertandingan Arema FC dengan Persebaya yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (1/10). Pertandingan tersebut akhirnya berujung duka. Kerusuhan menyebabkan tidak kurang dari 125 orang meninggal.

"Dapat konfirmasi kepastian, dari Polres sudah mengantisipasi jauh-jauh hari sudah ngotot main sore hari. Ada surat yang dikirimkan ke kami tertanggal 13 September, itu sudah ada analisa dari Intel Polres pertandingan ini punya potensi yang diwaspadai, berkirim surat ke Panpel tembusan ke Kapolda dan LJB diajukan siang hari, karena (menurut) intelijen (jika) dipaksa akan beresiko," kata Albertus di Malang, Selasa (4/10).

Albertus melanjutkan, surat tersebut tidak direspons. Pada tanggal 19 September, lanjut Albertus, terdapat kabar bahwa pertandingan tetap dilaksanakan sesuai jadwal dan dicetak tebal.

2 dari 2 halaman

"Pertimbangan bahwa sudah ada kontrak hak siar, ini menjadi pelajaran kita semua. Dan melihat secara objektif sudah ada langkah-langkah preventif," lanjutnya.

Selain itu terkait pintu tribun dalam posisi tertutup saat kerusuhan, berdasarkan hasil konfirmasi, Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengaku tidak memerintahkan untuk menutup.

"Isu berkembang saya konfirmasi kepada Kapolres tidak ada perintah untuk menutup pintu, sehingga harapannya 15 menit dibuka. Tapi tidak tahu kenapa ditutup, tidak ada perintah Kapolres penggunaan gas air mata. Disampaikan saat apel lima Jam sebelumnya. Sudah ada tindakan preventif. Secara prosedural sudah dijalankan," tuturnya. [cob]

Baca juga:
Dukung Tim Independen Tragedi Stadion Kanjuruhan, PSI Minta Ketua Umum PSSI Mundur
Tragedi Kanjuruhan Renggut 125 Jiwa, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta Minta Maaf
Temuan Kompolnas: Kapolres Malang Tak Perintahkan Tembak Gas Air Mata
Daftar 10 Anggota Polisi yang Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan
Jokowi Beri Langsung Santunan Rp50 Juta untuk Keluarga Korban Meninggal Kanjuruhan
Instruksi Jokowi ke TGIPF Kanjuruhan: Hasil Investigasi Diungkap Kurang dari Sebulan
Unggah Cuitan Tak Pantas Terkait Tragedi Kanjuruhan, Anggota Polsek Srandakan Ditahan

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini