Komplotan Perampok Toko Emas di Medan Diciduk, 1 Orang Ditembak Mati

Rabu, 15 September 2021 23:19 Reporter : Uga Andriansyah
Komplotan Perampok Toko Emas di Medan Diciduk, 1 Orang Ditembak Mati Tersangka Perampokan Toko Emas. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Lima orang tersangka perampokan toko emas seberat 6,8 kilogram di Pasar Simpang Limun, Kota Medan, telah diringkus. Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Irjen Pol Panca Putra, mengatakan lima orang kawanan perampokan toko emas dengan senjata api itu yakni Dian, Farel, Paul, Prayogi, dan Hendrik.

"Ide (perampokan) itu disampaikan oleh Hendrik dan disampaikan kepada Dian untuk mencari orang,” kata Panca di Mapolda Sumut, Rabu (15/9).

Kemudian, tersangka Dian memperkenalkan Farel, Prayogi, serta Paul, kepada Hendrik dan disepakati untuk merampok. Pasar Simpang Limun menjadi target sasaran untuk merampok. Sebelum menjalankan aksinya, mereka melakukan observasi pada 25 Agustus 2021. Paul, Prayogi, dan Farel, bertugas untuk mengobservasi.

"Mereka mendatangi Pasar Simpang Limun, melihat sasarannya. Lalu, menentukan dan memperhatikan toko mana yang jadi sasarannya," ucap Panca.

Usai mengobservasi lokasi, tiga tersangka itu dilaporkan ke Hendrik. Lalu, aksi perampokan itu disepakati pada 26 Agustus 2021.

"Mereka melakukan persiapan yang matang antara lain seluruh pelaku menggunakan atau melapisi tangannya dengan hansaplast (plester luka). Tujuannya agar sidik jarinya tak terlihat oleh polisi,” ungkap Panca.

Mereka pun menyiapkan dua sepeda motor yang diketahui hasil pencurian. Setelah persiapan matang, para tersangka langsung menuju toko emas yang telah ditargetkan.

"Kalau kita bicara dari hasil penyelidikan, mereka hanya melakukan (perampokan) dalam waktu tiga menit. Kalau dari waktu jalan hingga pergi dari lokasi delapan menit. Ini orang-orang terlatih," jelas Panca.

Usai merampok para tersangka sempat dihalangi tukang parkir yang berada di Pasar Simpang Limun. Namun, mereka malah menembak tukang parkir tersebut hingga terluka.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil menangkap lima tersangka itu di lokasi berbeda. Pertama kali polisi menangkap Paul di Kota Medan, lalu Hendirik dan diikuti tersangka lainnya.

"Hendrik ditangkap di Kabupaten Dairi di rumah orangtuanya. Jadi setelah mereka pisah dia lanjut dengan sepeda motornya ke Dairi. Makanya sepeda motornya bisa kami dapat," ucap Panca.

Kemudian, polisi berhasil menyita 6,8 kilogram emas hasil perampokan itu dari tangan Hendrik. Emas itu sempat disimpannya dengan cara ditanam di halaman belakang rumahnya.

"Emas itu lengkap. Emas dari hasil kejahatan itu tidak satu butir pun tercecer maupun sempat terjual,” ujar Panca.

Selanjutnya, Hendrik terpaksa ditembak mati lantaran hendak melawan petugas saat pra-rekonstruksi. Tiga tersangka lainnya juga ditembak namun hanya mengalami luka.

"Kepada Hendrik kami berikan tembakan tegas terukur karena pada saat rekonstruksi dia mencoba menyerang dan melawan petugas. Lalu, mencoba melarikan diri maka kami lakukan tembakan tegas terukur," jelas Panca.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa tiga pucuk senjata api. Lalu, 117 butir peluru ukuran 9 mm, 69 butir peluru ukuran 7,62 mm dan 11 butir peluru ukuran 3,8 mm. Polisi masih menyelidiki dari mana senjata api itu didapatkan para pelaku.

Atas perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 365 Ayat 2 ke 4e dan 2e. Lalu, Pasal 55, dan 56 KUHP dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. [eko]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Perampokan Toko Emas
  3. Medan
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini