Komplotan Pencuri 8 Kali Berkasi di Bali Diringkus Polisi, Satu Pelaku Ditembak

Rabu, 8 Mei 2019 13:48 Reporter : Moh. Kadafi
Komplotan Pencuri 8 Kali Berkasi di Bali Diringkus Polisi, Satu Pelaku Ditembak Polisi Bali ringkus Komplotan Curat. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Enam tersangka pelaku Pencurian dan Pemberatan (Curat) yang beraksi di 8 TKP di kawasan Denpasar dan Kabupaten Badung di Bali, diringkus Polresta Denpasar.

Keenam pelaku ini bernama Heri Yanto (39) I Gede Loka Wijaya (45), Slamet Riyanto (33) alias Mamek, Anas Farid (33), M. Patluhum Jali (31) alias Pongek dan Sutrisno alias Ngapak (30).

"Mereka ini adalah Komplotan Curat yang sudah beraksi sejak bulan Januari (2018), di kawasan Denpasar dan Badung," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan, di Mapolresta Denpasar, Rabu (8/5).

Terungkapnya aksi komplotan tersebut berawal dari laporan adanya Curat pada Jumat (29/3) dini hari lalu, di sebuah Toko Speed Toko Speed Up Computer, di Jalan Keboiwa Utara Padangsambian Kaja, Denpasar, Bali.

Dalam aksi tersebut, toko tersebut kehilangan 10 laptop, 3 handphone, 4 unit printer dengan merek beraneka ragam dengan total kerugian Rp 40 juta. Dalam menjalankan aksinya para komplotan tersebut selalu melakukan bersama-sama.

Para komplotan ini, merencanakan pencurian dengan meninjau tempat dan mencari sasaran tokoh yang akan digasak. Saat melakukan aksi para komplotan tersebut membawa gunting besar dan sebuah linggis yang dibawa dengan mobil dan selanjutnya berangkat menuju TKP.

Saat di TKP, mereka memotong kunci gembok pintu rolling door dengan menggunakan gunting dan mencongkel pintu rolling door dengan menggunakan linggis.

"Modusnya memotong gembok rolling door dan mencongkel rolling door toko. Mereka ini, kenalnya di Bali dan menjadi komplotan curat. Saat melakukan aksinya mereka pada pagi hari sekitar jam 1 pagi," kata Ruddi.

Dia juga menjelaskan, para pelaku Curat ini dilakukan penangkapan yang berbeda oleh pihak kepolisian, ada yang di Jakarta, Jawa Tengah dan di Bali. Dari sebagian mereka ada yang juga residivis yakni I Gede Loka Wijaya dan Heri Yanto dengan kasus curat dan narkoba tiga tahun yang lalu.

Sementara dari otak komplotan tersebut yakni Heri Yanto yang diringkus pada Kamis (2/5) di Banyumas, Jawa Tengah. Namun karena melawan dan ingin melarikan diri pihak kepolisian memberikan tindakan tegas dengan menembak dua betisnya.

"Mereka ini berkolaborasi untuk melakukan curat dan mempunyai tugas masing-masing. Ada yang mengawasi, ada yang yang langsung melakukan curat," ujar dia.

Saat dilakukan interogasi, para komplotan telah melakukan aksi curatnya di proyek bangunan Hotel Aston di Jalan Gatsu Barat, Denpasar, di bulan November 2018 dan barang yang diambil adalah gulungan kabel. Proyek bangunan Pasar Badung Jalan Gajah Mada Denpasar, di bulan November 2018 barang yang diambil panel listrik dan keran.

Kemudian, toko Celluler Galaxi Jalan Teuku Umar Denpasar di bulan Februari 2019, barang yang diambil, aksesoris handphone, 1 unit speaker, sebuah Laptop dan charger handphone.

Lalu di Toko Valentine Celluler Jalan Tukad Yeh Aya, Denpasar Selatan di bulan februari 2019, barang yang diambil handphone replika pajangan toko. Proyek bangunan di daerah Nusa Dua, Kuta Selatan, barang yang diambil panel listrik.

Selanjutnya, counter handphone di daerah Dalung Kuta Utara, Badung, barang yang diambil handphone dan asesoris handphone. Counter handphone daerah Mengwi, Badung, barang yang diambil 25 unit handphone dan asesoris. Kemudian yang terakhir toko Speed Up Computer Jalan Kebo Iwa Utara Padangsambian Kaja Denpasar.

Dia juga menjelaskan, saat ini pihaknya masih memburu penadah bernama Abing yang ada di Jakarta. Karena setiap melakukan aksinya, komplotan tersebut mengepak barang dan dikirim ke ke Jakarta melalui jasa pengiriman barang bus Kramat Jati Denpasar, yang ditujukan kepada Abing.

"Kami masih melakukan pengejaran kepada penadah yang ada di Jakarta. Para komplotan ini kami sangkakan dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 7 tahun," ujar dia.

Polisi Melakukan Patroli Intensif

Mengenai pelaku aksi perampokan dengan menggunakan senjata api jenis pistol di beberapa tempat di kawasan Denpasar dan Badung, Bali, pihak kepolisian Polresta Denpasar sampai saat ini melakukan pengejaran.

Adanya, aksi perampokan tersebut juga membuat heboh masyarakat Bali. Diketahui aksi pelaku tersebut menodongkan pistol ke arah karyawan Apotek Kimia Farma Jalan Teuku Umar, Denpasar beberapa waktu lalu.

Kemudian, juga melakukan aksinya di dua TKP berbeda yakni minimarket di kawasan Sunset Road Kuta dan Circle K di kawasan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali, beberapa hari yang lalu.

"Kita sudah membentuk tim dari Polresta Denpasar, Polsek Kuta Utara, Polsek Kuta dan Polsek Denpasar Barat dengan satgas CTOC Polda Bali. Kita akan mencari pelakunya tersebut, kita masih melakukan pengejaran," kata Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan.

Dia mengatakan, pelaku tersebut sudah diketahui ciri-cirinya dan aksi perampokan tersebut diketahui hanya dilakukan satu orang yang sama.

"Sebelumnya sudah saya sampaikan dia sudah pernah melakukan aksinya di wilayah Kuta Utara, wilayah Kuta dan yang terakhir ini (Kimia Farma Denpasar). Cir-ciri pelaku sama di tiga TKP itu," ujar dia.

Dia menjelaskan, dari hasil penyelidikan dari TKP di Apotek Kimia Farma di Jalan Tengku Umar, Minggu (5/5) dini hari lalu, dari keterangan saksi di TKP saat itu saksi yang merupakan kasir, ia berani melawan pelaku karena menyakini pistol yang dibawa pelaku adalah pistol mainan.

"Kalau dari hasil penyelidikan dan saksi, pada saat pelaku mendekati korban, terus dilawan dan lari. Dia pegang seperti pistol mainan pas dilihat langsung dilawan dan pelaku lari," ujar dia.

Dia menambahkan, kalau dari tiga TKP tersebut pelakunya sama. Namun, dari ketiga TKP tersebut hanya satu yang berhasil melakukan penondongan dan mengambil uang.

"Hanya satu yang dia dapatkan (Hasil penodongan) disalah satu toko di Kuta Utara. Saat ini kita masih lakukan pengejaran, target semakin cepat ya semakin bagus. Ya kita cari, sampai ketemu," ujarnya.

Selain itu, dia menegaskan dengan adanya aksi pelaku perampokan tersebut pihaknya akan melakukan patroli lebih intensif untuk mengamankan wilayah Denpasar dan sekitarnya. Selain itu, Kapolresta juga menghimbau kepada masyarakat, khususnya untuk toko-toko market yang buka 24 jam agar memberi CCTV dan ada penjagaan.

"Himbauan saya untuk toko-toko yang menjual 24 jam, selain menaruh CCTV yang menghadap ke tempat-tempat parkir. Jadi setiap ada orang yang datang itu akan kelihatan kendaraan dan wajahnya," ujarnya

"Supaya kita mudah juga untuk melakukan penyelidikan dan kalau bisa juga toko-toko ada penjaganya, baik di dalam ataupun di luar," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. Pencurian
  2. Denpasar
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini