Komnas KIPI Tegaskan Tak Ada Kaitan Vaksin Covid-19 dengan Penurunan Produksi ASI

Kamis, 8 April 2021 12:14 Reporter : Supriatin
Komnas KIPI Tegaskan Tak Ada Kaitan Vaksin Covid-19 dengan Penurunan Produksi ASI Pemerintah prioritaskan vaksin untuk lansia dan tenaga pendidikan. ©Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI), Hindra Irawan Satari mengatakan, tidak ada kaitan vaksin Covid-19 dengan penurunan produksi ASI (Air Susu Ibu). Pernyataan ini menanggapi keluhan ibu yang mengalami penurunan produksi ASI usai divaksinasi Covid-19.

"Hasil uji klinis (vaksin Sinovac) di Brasil dan China tidak ada kaitannya produksi ASI dengan vaksin," katanya melalui YouTube Ikatan Dokter Indonesia, Kamis (8/4).

Dia menduga, penurunan produksi ASI disebabkan ibu mengalami stres setelah divaksinasi Covid-19. Dia menyarankan, ibu yang sedang menyusui tetap memberikan ASI secara teratur kepada bayinya. Di samping itu, ibu menyusui harus menjaga pola makan, percaya diri dan tetap bahagia.

"Silakan ASI diberikan terus tentu dengan percaya diri, makan sayuran hijau, buah-buah yang manis, susu dua gelas, terus happy, bahagia akan memproduksi ASI optimal," ujarnya.

Hindra menyebut, hingga saat ini Komnas KIPI masih menerima laporan yang masuk. Dari total laporan KIPI yang ada, 60 persen di antaranya karena immunization stress related responses. Immunization stress related responses terjadi akibat seseorang merasa cemas berlebihan karena proses vaksinasi Covid-19.

"Data Komnas KIPI, 60 persen dari total laporan yang masuk merupakan stres bukan karena vaksin Covid-19," jelasnya.

Pemerintah tengah melaksanakan vaksinasi Covid-19 di Indonesia untuk mengakhiri pandemi Covid-19. Hingga 7 April 2021 pukul 18.00 WIB, 9.196.435 orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama dan 4.554.695 dosis kedua.

Dari total 9.196.435 orang yang telah menerima vaksin Covid-19 dosis pertama, 1.446.282 di antaranya merupakan tenaga kesehatan, 5.930.291 petugas pelayanan publik dan 1.852.838 lansia di atas 60 tahun.

Adapun rincian penerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua yakni, 1.303.118 tenaga kesehatan, 2.836.455 petugas pelayanan publik dan 451.516 lansia di atas 60 tahun.

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama untuk petugas kesehatan, targetnya mencapai 1.468.764 orang. Tahap kedua untuk petugas pelayanan publik dan lansia dengan target sasaran masing-masing 17.327.167 dan 21.553.118 orang.

Sementara tahap ketiga untuk masyarakat rentan di daerah dengan risiko penularan tinggi, targetnya menjangkau 63,9 juta orang. Tahap terakhir untuk masyarakat umum dengan pendekatan klaster, total target 77,7 juta orang. [fik]

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini