Komnas HAM Papua Investigasi Penyerangan Posramil Kisor Maybrat

Selasa, 28 September 2021 09:16 Reporter : Yan Muhardiansyah
Komnas HAM Papua Investigasi Penyerangan Posramil Kisor Maybrat Tim investigasi Komnas HAM Papua melakukan olah TKP di Posramil Persiapan Kisor Kabupaten Maybrat, Papua Barat. ANTARA Papua/HO-Komnas HAM Papua

Merdeka.com - Tim Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua menginvestigasi kasus penyerangan Posramil Persiapan Kisor, Kabupaten Maybrat pada 2 September 2021. Mereka meminta keterangan saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Tim Komnas HAM Papua sudah melakukan olah tempat kejadian perkara, menemui saksi-saksi, dua tersangka dan anggota TNI yang selamat dari peristiwa penyerangan guna memperoleh informasi yang valid," kata Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits B Ramandey dari Kisor, Maybrat, Selasa (28/9).

Frits mengakui, dari hasil investigasi di lapangan dan keterangan para saksi-saksi peristiwa penyerangan Posramil Kisor Maybart dilakukan kelompok sipil secara terencana dan terorganisir.

Dari investigasi itu, Komnas HAM Papua memberikan apresiasi dan memuji sikap anggota TNI Posramil Kisor yang tidak memberikan balasan meskipun dalam keadaan terdesak. Mereka hanya memberikan tembakan peringatan ke udara dan tidak mengarahkan tembakan ke arah pelaku penyerangan.

"Ini temuan baru tim investigasi Komnas HAM Papua dalam mengungkap penyerangan di markas Posramil Kisor Maybrat," ujar Frits seperti dilansir Antara.

Komnas HAM Papua juga memberikan apresiasi atas perhatian Bupati Kabupaten Maybrat Bernard Sagrim yang turun langsung ke lapangan membantu menenangkan masyarakat untuk tetap tenang dalam menghadapi peristiwa penyerangan Posramil Kisor.

"Hingga hari ini tim Komnas HAM Papua masih melakukan investigasi untuk mengungkap secara detail kasus penyerangan Posramil Kisor," kata Frits.

Sebelumnya, Posramil Persiapan Kisor, Distrik Aifat Selatan, Maybrat, Papua Barat diserang kelompok separatis teroris (KST) pada Kamis (2/9) dini hari. Empat personel TNI AD gugur dalam peristiwa itu.

"Diduga dilakukan kelompok separatis teroris dengan menggunakan senjata tajam parang mengakibatkan 4 anggota kami gugur, dan 2 mengalami luka bacok dan 5 orang dalam keadaan aman dan selamat," kata Pangdam XVIII Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa di Manokwari, Kamis (2/9). [yan]

Baca juga:
Kronologi Pimpinan KST Papua Senat Soll Meninggal Dunia
Kurniadi Sutio, Anggota Brimob yang Ditembak KKB Papua Dimakamkan di TMP Aceh Tamiang
Pimpinan KST Senaf Soll Meninggal di RS Bhayangkara Jayapura
Polisi Segera Periksa Tenaga Kesehatan Gerald Sokoy Usai Diserahkan KST

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini