Komnas HAM: Kita Tidak Saling Berlomba dengan Polri Usut Kasus Brigadir J

Kamis, 11 Agustus 2022 10:19 Reporter : Bachtiarudin Alam
Komnas HAM: Kita Tidak Saling Berlomba dengan Polri Usut Kasus Brigadir J Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik menegaskan tidak sedang berlomba dengan Polri dalam mengusut penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Hal ini terbukti dari baiknya komunikasi antara Timsus Polri dan Komnas HAM.

Pernyataan itu Taufan sampaikan lantaran menurutnya ada berbagai komentar di luar yang mengesankan bahwa penyelidikan Komnas HAM dan Polri sedang berlomba atau tumpang tindih.

"Itu bukti bahwa antara Komnas HAM dan Mabes Polri itu tidak ada perlombaan atau saling menyalip satu sama lainnya," kata Taufan dalam keterangan videonya, dikutip Kamis (11/8).

Selain itu, kata Taufan, para jenderal Polri juga datang ke Komnas HAM untuk mendampingi pemeriksaan atau permintaan keterangan terhadap saksi-saksi.

"Di dalam berbagai kesempatan bahkan ada Jenderal bintang satu, bintang dua, bahkan bintang tiga dari Mabes Polri yang datang ke Komnas HAM yang ikut mendampingi pemeriksaan atau permintaan keterangan yang dilakukan oleh Komnas HAM," tuturnya

Dia juga membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut Komnas HAM sebagai juru bicara kepolisian. Padahal, pernyataan Komnas HAM pada tahap awal yang justru bertolak belakang dengan keterangan yang dikeluarkan kepolisian.

"Oleh Mabes Polri di bawah Timsus dikatakan memang ada berbagai langkah-langkah pengaburan, langkah-langkah yang terkait dengan obstruction of justice," sebutnya.

Taufan menilai Komnas HAM justru menurutnya membuka tabir penyidikan yang kemudian membuat fakta peristiwa bergeser sedemikian rupa. Sebab, Timsus menyatakan ada berbagai langkah-langkah pengaburan atau penghalangan penyidikan (obstruction of justice).

"Dan dalam melakukan upaya penyelidikan, pemantauan, maupun pengawasan itu, tentu koordinasi Komnas HAM dengan Kepolisian itu sangat baik," ucap dia.

Taufan menyebut kerja sama antara Komnas dengan Mabes Polri mulai menemukan konstruksi yang mendekati fakta. Meskipun fakta itu belum 100 persen benar.

"Kita akan uji terus, akan dampingi terus, apa yang dilakukan oleh Mabes Polri itu akan kami sanding atau bandingkan dengan temuan-temuan kita yang lain, nanti disinergikan," ujar dia.

2 dari 2 halaman

Sekedar informasi, Komnas HAM telah merampungkan pemeriksaan terhadap seluruh ajudan atau adc Irjen Pol Ferdy Sambo yang berjumlah tujuh orang termasuk Bharada E, Bripka R dan, Brigadir D.

Dalam pemeriksaan ini, Komnas HAM artinya telah berhasil mengantongi keterangan dari para ajudan, termasuk juga sejumlah asisten rumah tangga (art) yang juga pada hari tersebut dimintai keterangan.

Sampai saat ini, Komnas HAM tercatat telah melangsungkan pemeriksaan terhadap Dokter Forensik terkait hasil autopsi. Sedangkan, Siber Bareskrim Polri terkait Digital Forensik telah didapat data dari 15 handphone pihak-pihak terkait.

Sedangkan terbaru Komnas HAM, Rabu (10/8) telah merampungkan pemeriksaan terhadap Tim Puslabfor Polri terkait hasil uji balistik. Dimana telah mendapati data dari dua senjata api serta digital video recorder (DVR) yang berkaitan dengan rekaman CCTV, rusak.

Sementara untuk hari ini, Kamis (11/8) Komnas HAM telah dijadwalkan pemeriksaan terhadap Irjen Ferdy Sambo usai penetapan tersangka. Namun demikian untuk lokasi dan waktunya pastinya belum ada kepastian.

Baca juga:
Gaya Asyik Deolipa Yumara, Pengacara Bharada E Berambut Gondrong yang Juga Vokalis
Cerita Kehidupan Keluarga Brigadir J, Ayah Petani Ibu Berprofesi Guru
Pembunuhan Berencana di Balik Runtuhnya Skenario Kematian Brigadir J

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini