Komnas HAM Dalami Insiden Stadion Kanjuruhan: Ini Tragedi Kemanusiaan

Minggu, 2 Oktober 2022 13:48 Reporter : Ihwan Fajar
Komnas HAM Dalami Insiden Stadion Kanjuruhan: Ini Tragedi Kemanusiaan Suasana usai kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 AFP

Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah menjalin komunikasi dengan suporter Arema Malang, Aremania untuk mendalami tragedi di Stadion Kanjuruhan usai laga Derby Jatim Arema Vs Persebaya yang menewaskan setidaknya 130 orang. Komnas HAM juga sudah memantau proses pemakaman korban tragedi Stadion Kanjuruhan.

Komisioner Penyelidikan dan Pemantauan Komnas HAM, Choirul Anam menyampaikan duka cita atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang. Choirul yang asli kelahiran Malang ini menyebut apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan bukan hanya tragedi di dunia Sepak Bola, tetapi juga kemanusiaan.

"Pertama-tama kami berduka atas tragedi itu. Ini bukan hanya soal tragedi sepak bola, tapi juga tragedi kemanusiaan dan penting kita melihat secara komprehensif agar peristiwa sejenis tidak terjadi lagi, di mana dan dalam rangka apapun," ujarnya, Minggu (2/10).

Choirul mengaku pihaknya sudah berkomunikasi dengan Aremania, suporter Arema untuk menggali fakta kejadian di Stadion Kanjuruhan. Saat komunikasi dengan Aremania, pihaknya mendapatkan informasi kondisi saat kejadian tersebut terjadi.

"Kami diceritakan kondisi, terus situasi saat itu. Komunikasi dengan Aremania ini sangat penting, termasuk kami juga memantau anggota keluarga korban yang memakamkan korban," bebernya.

2 dari 2 halaman

Choirul mengaku saat ini pihaknya juga mendalami terkait regulasi yang ada untuk melihat fakta kejadian tragedi Kanjuruhan. Salah satu regulasi yang menjadi perhatian Komnas HAM adalah penggunaan gas air mata di dalam stadion oleh aparat pengamanan.

"Kami juga mendalami regulasi yang ada dan kita akan mendalami ini. Kita akan lihat faktanya dan regulasinya termasuk yang akan kami dalami penggunaan gas air mata ini, kenapa digunakan, termasuk juga menyandingkan penggunaan gas air mata ini dengan regulasi ada terutama dalam sepak bola yang menjadi komitmen di dunia oleh FIFA," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik, pihaknya ikut menurunkan tim dalam tragedi itu.

"Menyikapi kerusuhan ini, Komnas HAM RI akan menurunkan tim untuk melakukan pemantauan di Malang," katanya dalam siaran pers yang diterima, Minggu (2/10).

Taufan menyampaikan duka cita atas tragedi ini. Tragedi yang mengakibatkan ratusan korban meninggal, serta luka-luka

"Merespon kerusuhan ini, Komnas HAM RI meminta pemerintah daerah beserta jajaran terkait melakukan penanganan kesehatan yang intensif serta layanan kemanusiaan bagi korban. Komnas HAM RI juga meminta kepolisian untuk mengusut peristiwa ini," tegasnya.

Seperti diketahui, pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, memakan korban jiwa hingga ratusan orang. Diduga akibat gas air mata, korban berjatuhan karena kekurangan oksigen dan terinjak-injak.

Baca juga:
Komnas HAM Kirim Tim Pantau Penanganan Tragedi Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Alasan Polisi Tembakkan Gas Air Mata Usai Laga Arema FC vs Persebaya
Puan Maharani Minta Aparat Investigasi Total Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan
Wagub DKI: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Tidak Boleh Terulang
Update Korban Tragedi di Stadion Kanjuruhan: 130 Orang Meninggal Dunia, 191 Luka-Luka

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini