Komite Pedagang Pasar Keliling di Cirebon Ajak warga Dukung Jokowi

Selasa, 12 Februari 2019 13:41 Reporter : Henny Rachma Sari
Komite Pedagang Pasar Keliling di Cirebon Ajak warga Dukung Jokowi Ratusan Purnawirawan TNI-Polri dukung Jokowi-Maruf. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Komite Pedagang Pasar (KPP) mengajak warga untuk kembali memilih Joko Widodo di Pilpres 2019. Sebab, Jokowi sebagai calon petahana dinilai telah merevitalisasi sejumlah pasar tradisional sehingga tak lagi terlihat kumuh.

Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad mengatakan revitalisasi pasar menguntungkan pedagang serta konsumen.

"Sejak Jokowi menjadi presiden banyak pasar-pasar tradisional yang mengalami revitalisasi (pembangunan). Tentunya revitalisasi tersebut menguntungkan para pedagang dan juga konsumen, dalam hal tersebut sebagai bentuk perhatian bapak Jokowi terhadap pedagang dan pasar agar lebih bertambah lagi penghasilan pedagang dan berkembang ekonomi kerakyatan," kata Rosyid dalam keterangan, Selasa (12/2).

Selain itu, ia menilai Jokowi mampu menekan harga kebutuhan pokok. Ditambah pembangunan infrastruktur yang mempermudah alur distribusi pangan.

"Dari segi pembangunan baik pasar dan infrastruktur jalan banyak pedagang yang diuntungkan, banyak infrastruktur jalan yang dibangun jadi mudah dan cepat distribusi pangan bahan pokok, biaya distribusinya mengecil dan pembangunan pasar tradisional agar bisa bersaing dengan mal," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Rosyid Ketum Komite Pedagang Pasar (KPP) juga menyempatkan datang ke Pondok Pesantren Al-Jauhariyah Bale Rante Cirebon bertemu Pengasuh Pesantren Kiai Haji Muhammad Faqih yang didaulat oleh para pengurus Komite Pedagang Pasar (KPP) Cirebon bertindak sebagai dewan penasihat KPP Cirebon.

"Saya selain ke pasar juga ke pesantren pesantren karena saya alumni santri pesantren, yang banyak mempunyai hubungan emosional dengan para kiai pengasuh pesantren se Indonesia, dalam hal ini seluruh pengurus Komite Pedagang Pasar (KPP) di wilayah menjadikan ulama sebagai dewan penasehat," katanya. [rhm]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini