Komisi VIII Minta Menag Tak Repotkan Jemaah soal Pengembalian Dana Haji

Kamis, 18 Juni 2020 18:26 Reporter : Merdeka
Komisi VIII Minta Menag Tak Repotkan Jemaah soal Pengembalian Dana Haji Menag Fachrul Razi Umumkan Pembatalan Haji 2020. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Anggota Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka meminta Menteri Agama Fachrul Razi tak membuat masyarakat repot terkait pengembalian dana hajinya. Adapun ini disampaikannya saat melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Menag.

"Kalau bisa umat itu jangan dibikin repot lagi dengan pengembalian dana haji. Saya membaca sedikit laporan bapak itu ada jangka 9 hari harus persetujuan BPKH untuk kemudian kasih perintah bayar," kata Diah, Kamis (18/6/2020).

Politisi PDIP ini meminta agar Menag mengecek kesiapan di daerah merespon sistem ini. "Kalau tidak sesuai, nanti ada lagi keributannya, ada persoalan lagi. Atau pengembaliannya jangan sampai ada pemotongan," jelas Diah.

Sebelumnya, Kementerian Agama memutuskan batal memberangkatkan jemaah Indonesia pada penyelenggaraan haji 1441H/2020M pada 2 Juni 2020. Kemenag memberikan opsi bagi jemaah yang sudah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk menarik kembali setoran pelunasannya.

"Dua pekan dari pembatalan keberangkatan, tercatat 278 jemaah haji ajukan pengembalian setoran pelunasan," terang Direktur Layanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis di Jakarta. Demikian bunyi rilis yang diterima, Selasa (16/06/2020).

Proses pengembalian setoran pelunasan dibuka sejak 3 Juni 2020. Permohonan pengembalian diajukan ke Kemenag Kabupaten atau Kota untuk selanjutnya diproses ke Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), dan Bank Penerima Setoran (BPS).

Setelah mendapat Surat Perintah Membayar (SPM) dari BPKH, BPS akan mentransfer dananya ke rekening jemaah. Secara prosedur, proses ini berlangsung selama sembilan hari kerja sejak berkas permohonan dinyatakan lengkap oleh Kankemenag Kab/Kota.

"Permohonan 278 jemaah sudah kami kirim ke BPKH. Sebanyak 206 permohonan sudah diterbitkan SPM-nya oleh BPKH dan sudah diterima BPS Bipih," jelas Muhajirin.

"Kalau sudah ada SPM, BPS Bipih tinggal mentransfer ke rekening jemaah," lanjutnya. [ded]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini