Komisi IX DPR Sebut Vaksin Nusantara Digagas untuk Menjawab Keinginan Jokowi

Sabtu, 17 April 2021 15:06 Reporter : Intan Umbari Prihatin
Komisi IX DPR Sebut Vaksin Nusantara Digagas untuk Menjawab Keinginan Jokowi Dokter Terawan paparkan progres Vaksin Nusantara di DPR. ©Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR Melkiades Laka Lena menyebut bahwa niat mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan para peneliti menggagas vaksin Nusantara berasal dari keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam gagasan tersebut tercetus landasan keinginan yaitu vaksin yang bisa dijangkau dan digunakan seluruh masyarakat.

"Vaksin ini muncul sebagai bagian dari Pak Menkes waktu itu dan juga peneliti ingin menerjemahkan keinginan Pak Jokowi, agar coba deh dicari kira-kira apakah mungkin kita mendapatkan vaksin yang kira-kira itu tidak hanya menjangkau kategori usia tertentu, atau kategori rakyat tertentu saja yang bisa divaksin," kata Melki dalam diskusi daring, Sabtu (17/4).

Sebab itu, kata dia, para peneliti tertantang mencoba untuk menjawab keinginan Jokowi. Walaupun demikian dia mengaku gagasan tersebut memang awalnya tidak banyak yang mengetahui.

"Namanya peneliti tertantang paket format apa menjawab. Kemudian presiden ini bisa menjawab membuat vaksin (yang) bisa menjawab kebutuhan rakyat Indonesia. Bergerak tanpa banyak orang tahu," bebernya.

Sebelumnya diketahui Terawan memprakarsai pembuatan vaksin Nusantara. Vaksin ini dikembangkan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Kariadi, Semarang.

Terawan mengklaim vaksin yang disebut AV-Covid-19 ini merupakan solusi bagi para pengidap komorbid berat serta orang yang memiliki autoimun karena sel dendritik bersifat personalized atau menyesuaikan kondisi setiap pasien. Dia juga mengklaim vaksin Nusantara sangat aman karena sifatnya individual.

Mantan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto ini mengungkapkan bahwa sebenarnya dia sudah mengembangkan sel dendritik sejak tahun 2015 di Cell Center RS Kariadi, Semarang. Hasil penelitiannya juga sudah diunggah ke Jurnal Internasional, namun pada saat itu dikembangkan dan diteliti untuk penyakit kanker.

"Ini terus berkembang, lalu ketika ada ide dendritik vaksin untuk Covid-19, kami lakukan uji binatangnya melalui pihak ketiga di Amerika sehingga ini bisa berjalan baik dan membuat kami mantap (untuk kembangkan)," kata Terawan beberapa waktu lalu.

Terawan mengatakan vaksin yang merupakan hasil kerja sama Aivita Biomedical dari Amerika Serikat, Universitas Diponegoro dan RSUP dr Kariadi Semarang ini sudah melewati uji klinis tahap pertama. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini