Komisi III Minta Polri Tak Gegabah Libatkan Preman Awasi Protokol Covid-19

Minggu, 13 September 2020 12:32 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Komisi III Minta Polri Tak Gegabah Libatkan Preman Awasi Protokol Covid-19 Penerapan Ganjil Genap di Pasar Tradisional. ©2020 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto menyayangkan Polri yang akan melibatkan jeger atau preman pasar dalam penegakan disiplin penanganan Covid-19. Menurutnya, diberdayakannya jeger bisa menimbulkan persoalan baru.

"Saya mengapresiasi semangat, komitmen dan langkah Kapolri dalam merespon serta menangani penyebaran Covid-19 yang belum terkendali hingga saat ini, namun semangat dan langkah itu akan menimbulkan persoalan baru dan kontra produktif apabila salah dalam mengambil kebijakan termasuk meligitimasi hadirnya jeger atau preman pasar dalam tugas dan kewenangan institusional formal," tutur Didik, Minggu (13/9).

Didik meminta Kapolri untuk menghitung ulang secara cermat dampak dan eksesnya, termasuk psikologis eksesnya bagi masyarakat dan publik secara luas. Didik mengingatkan Kapolri agar tidak perlu menakut-nakuti masyarakat dengan hadirnya kelompok informal, apalagi jeger untuk menekan dan atau membuat masyarakat tidak nyaman.

"Pengetahuan publik selama ini, hadirnya 'jeger' atau preman untuk beberapa kondisi dianggap sangat meresahkan dan mengganggu kamtibmas yang harus ditindak oleh Polisi," ucap Ketua DPP Demokrat Hukum dan HAM itu.

"Dengan anggapan adanya legitimasi yang akan diberikan oleh Kapolri karena rencana pelibatan mereka dalam penanganan Covid-19, tentu ini akan dianggap juga pengakuan dan penguatan terhadap aktivitas para jeger atau preman ini," tuturnya.

Didik berharap kepada Kapolri untuk tetap obyektif, rasional dan selalu terukur dalam mengambil langkah dan kebijakan untuk melayani dan mengayomi masyarakat. Kapolri juga harus memahami dan menguasai peta penyebaran covid-19 yang sesungguhnya.

Kemudian, Kapolri harus memperbaharui setiap perilaku dan psikologis masyarakat di saat pandemi, perilaku para aparat pemerintah dan para pemimpinnya. Sebab, kata dia, perilaku masyarakat akan sangat ditentukan oleh para perilaku para pemimpinnya.

"Kesiapan Polri dan SDM-nya yang cukup maju dan dapat diandalkan saat ini, saya berharap Kapolri punya percaya diri dan sekaligus yakin para aparat dibawahnya lebih dari mampu dalam menghadapi pandemi Covid-19. Tidak perlu melibatkan, apalagi berpotensi meligitimasi eksistensi jeger atau preman pasar," pungkas Didik.

Diberitakan, Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono akan memberdayakan preman pasar awasi protokol kesehatan. Nantinya, pengunjung pasar bakal ditegur preman jika melanggar.

"Kita juga berharap penegak disiplin internal di klaster pasar, di situ kan ada jeger-jeger-nya di pasar, kita jadikan penegak disiplin," kata Gatot di Mako Polda Metro Jaya, Kamis (10/9).

Meski demikian, Gatot menegaskan mereka akan tetap dipantau oleh TNI dan Polri agar pelaksanaannya tidak menyalahi aturan dan pelaksanaannya akan tetap mengedepankan cara humanis.

"Kita harapkan menerapkan disiplin tapi tetap diarahkan oleh TNI polri dengan cara-cara humanis," kata Wakil Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini