Komisi III DPR Minta Ketua KPK Usut Dua Mantan Stafsus Milenial Jokowi

Rabu, 29 April 2020 12:57 Reporter : Ahda Bayhaqi
Komisi III DPR Minta Ketua KPK Usut Dua Mantan Stafsus Milenial Jokowi Jokowi kenalkan staf khusus milenial. ©2019 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR Arteria Dahlan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dua mantan eks staf khusus milenial Presiden Joko Widodo yakni CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Delvara dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra.

Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat dengan KPK di komisi III. Arteria menyinggung terkait penunjukan Ruangguru milik Belva sebagai vendor kartu prakerja dan juga Andi Taufan yang pernah menyurati camat untuk minta dukungan ke perusahaannya.

"Saya muda tidak pernah rampok uang rakyat, ini anak muda baru mengangkat uang rakyat triliunan, malu kita, kita minta tolong ketua mainkan ini," kata Arteria dalam rapat Komisi III di DPR, Rabu (29/4).

Secara khusus, Arteria mengkritik Ruangguru yang mengambil proyek kartu pra kerja tanpa tender. Arteria curiga ada permainan dari vendor digital untuk mendapat menggarap proyek kartu prakerja.

"Bagaimana delapan vendor digital tanpa tender yang diberikan kuota raksasa permen raksasa oleh pemerintah, bagaimana bisa terjadi, bagaimana strategi pengawasannya, dan ini tidak cukup dengan mundur pak, ini korupsi," tegasnya.

Arteria juga curiga karena belakangan Ruangguru terdaftar sebagai perusahaan di Singapura. Dia meminta hal tersebut dapat diusut oleh KPK.

"Salah satu vendor itu stafsus presiden, pemilik sahamnya ada di Singapura. Begini konyolnya kita, siapa yang terlibat diusut," kata dia.

"Berikut juga praktik mengisap yang dilakukan oleh ring satu istana, stafsus saya kasih contoh ada anak muda memberikan surat ke camat-camat atas nama covid, bubarin saja stafsus," ucap Arteria. [noe]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini