Komisi I DPR Sebut Aksi di Papua Sudah Terorisme, TNI Harus Tumpas

Selasa, 4 Desember 2018 13:58 Reporter : Devi Veviani
Komisi I DPR Sebut Aksi di Papua Sudah Terorisme, TNI Harus Tumpas Gladir resik HUT TNI. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Anggota Komisi I DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldy menilai pembunuhan sejumlah pekerja jembatan oleh kelompok bersenjata di Papua adalah aksi terorisme. Dia berharap TNI segera turun tangan menumpas aksi ini.

"Kejadian pembantaian 31 pekerja di Papua oleh OPM) sudah masuk definisi terorisme, menebarkan rasa takut yg sistemik. Saya rasa TNI perlu ikut terlibat dalam upaya penanggulangan terorisme bersama Polri di Papua, dikarenakan densitas atau kerapatan hutan yang perlu penanggulangan khusus dimana TNI infanteri saat ini memiliki teknik Jungle Warfare," kata Bobby kepada wartawan, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12).

Selanjutnya, Politisi Partai Golkar tersebut menyarankan agar pembangunan jalan di Papua hendaknya melibatkan TNI Zeni (tentara yang mengurus perlengkapan dan bangunan, seperti membuat jembatan). Sebab komponen biaya pembangunan jalan yang terbesar di sana adalah biaya keamanan. Apabila TNI diikutsertakan, tentu akan efektif dan efisien.

“Dan sudah dibuktikan dalam pembangunan jalan sebelumnya support dari TNI sangat efektif dalam memenuhi tenggat waktu penyelesaian," ujarnya.

Sebelumnya, pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga diserang KKB. Akibatnya proyek pengerjaan jembatan dihentikan sementara menunggu kondisi Distrik kondusif. Penyebabnya diduga karena ada pekerja yang memotret upacara HUT OPM. [ian]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini