Komentar Ombudsman soal penerbitan SPDP dua Pimpinan KPK

Selasa, 14 November 2017 00:45 Reporter : Rizky Andwika
Ombudsman Republik Indonesia. ©2017 Merdeka.com/Genan

Merdeka.com - Ombudsman RI angkat suara terkait polemik Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah ditetapkan oleh Bareskrim Polri.

Komisioner Ombudsman Adrianus Meliala menilai penyidikan perkara yang diduga melibatkan pimpinan KPK, sudah dimulai dengan keluarnya SPDP tidak bisa dihentikan. Sebab, sudah melalui tahapan penyelidikan dan sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku, dalam hal ini KUHP dan KUHAP.

"Kalau sudah SPDP, sudah susah ini, sudah kalang kabut, karena kalau misalnya dihentikan, bahkan permintaan Presiden enggak bisa, pasti Ombudsman akan marah, Kompolnas akan marah, karena tadi, secara hukum sudah jalan ini,” kata Adrianus saat dikonfirmasi, Senin (13/11).

Adrianus menegaskan bahwa penyidik Bareskrim Polri sudah bekerja sesuai mekanisme hukum dalam menerbitkan SPDP tersebut. Dia menilai penyidik yang menerbitkan SPDP tersebut independen.

"Lalu diberikan pula ke Heri Nahak (Dirtipidum Bareskrim Polri), Heri Nahak dia tidak pakai sistem politik, dia pakai sistem hukum saja, maka dia terbitkanlah itu, dikirimkanlah ke Kejaksaan," ujarnya.

Kriminolog UI ini menambahkan, SPDP tersebut diterbitkan karena pasti sudah memiliki fakta bukti. Jika tidak memiliki dua alat bukti yang cukup, penyidik tidak akan mengeluarkan SPDP terhadap Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

"Soal benar atau tidaknya, pertimbangan penyidik diuji nanti oleh Jaksa kan begitu. Jaksa nanti diuji lagi oleh hakim, jadi saya kira ini soal pertaruhan profesional, jadi menurut saya, ya enggak usah dibawa ke lain-lain, SPDP ini akan saling menguji sendiri nantinya," ujarnya.

Andrianus menilai para penyidik Polri yang menerbitkan SPDP pimpinan KPK, dengan menggunakan asas hukum dan peraturan yang berlaku, bukan politis apalagi memakai pendekatan kekuasaan. [rzk]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.