Komentar 'bajingan' di FB, sastrawan Saut Situmorang dipolisikan

Jumat, 17 Oktober 2014 10:06 Reporter : Laurencius Simanjuntak
Komentar 'bajingan' di FB, sastrawan Saut Situmorang dipolisikan Saut Situmorang. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Polemik terbitnya buku '33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh' tidak hanya berujung pelaporan sastrawan Sutan Iwan Soekri Munaf ke polisi. Sastrawan asal Yogyakarta, Saut Situmorang, ternyata juga dilaporkan atas tudingan yang sama: pencemaran nama baik di media sosial.

Pelapornya juga orang yang sama, yakni Fatin Hamama, penyair perempuan yang dituding terlapor sebagai 'makelar' Denny JA dalam penulisan buku yang menghebohkan jagat sastra nasional itu. Heboh karena nama Denny JA, yang dikenal sebagai konsultan politik, masuk dalam jajaran 33 sastrawan besar Indonesia, seperti Chairil Anwar, Pramoedya Ananta Toer dan WS Rendra.

Fatin mengatakan, dia akhirnya melaporkan Saut atas komentar 'bajingan' pada postingan Iwan Soekri di dinding grup Facebook 'Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh'. Di dinding itu, Iwan menyampaikan bahwa dia baru saja menjalani pemeriksaan di Polres Jakarta Timur atas laporan Fatin.

"Dia (Saut) komentar 'jangan mau berdamai dengan bajingan'," kata Fatin saat dihubungi merdeka.com, Jumat (17/10).

Fatin lupa kapan tepatnya dia melaporkan Saut ke Polres Jakarta Timur. Namun dia ingat betul melaporkan pentolan kelompok sastrawan Boemipoetra itu atas tuduhan penistaan dan pencemaran nama baik. "Itu satu pasal dalam undang-undang ITE," kata Fatin.

Fatin mengatakan, dia sebenarnya menghormati kebebasan orang untuk berekspresi. "Tapi kan tidak bisa juga semena-mena, ini ada cacian, apalagi di media sosial. Orang tidak berhak mengumpat orang sesukanya," tegas Fatin.

"Apakah pantas seorang sastrawan mencaci maki orang lain?" kata Fatin lagi.

Soal tudingan Saut bahwa dia makelar Denny JA dalam penerbitan '33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh', Fatin membantahnya. "Ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan Denny JA," tegas Fatin yang mengaku sama sekali tidak terlibat dalam proyek buku tersebut.

Sebelumnya, pada 16 April lalu, Fatin sudah melaporkan Iwan Soekri, juga atas tuduhan pencemaran nama baik di media sosial. Fatin keberatan disebut 'penipu' oleh Iwan di dinding grup Facebook 'Anti Pembodohan Buku 33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh'.

Untuk diketahui, Sutan Iwan Soekri Munaf adalah nama pena dari Sutan Roedy Irawan Syafrullah. Pria kelahiran Medan 4 Desember 1957 ini adalah seorang penyair, pernah menjadi wartawan, novelis, cerpenis. Dia dikenal sebagai salah satu sastrawan penentang terbitnya buku '33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh'.

Sementara, Saut Situmorang adalah seorang penulis, puisi, cerita pendek dan esai asal Indonesia. Penentang terbitnya buku '33 Tokoh Sastra Indonesia Paling Berpengaruh' itu pernah tinggal selama 11 tahun (1989-2000) di Selandia Baru, negara tempat dia menempuh studi di Victoria University of Wellington dan University of Auckland.

Puisinya pernah mendapat penghargaan oleh Universitas Victoria pada 1992 dan di Auckland University pada tahun 1997. Dia menulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Karya-karyanya diterbitkan di Indonesia, Selandia Baru dan Australia. Koleksi puisinya dalam bahasa Indonesia antara lain Saut Kecil Bicara Pada Tuhan (2003) dan Catatan subversif (2004).

[ren]

Topik berita Terkait:
  1. Denny JA Tokoh Sastra
  2. Pencemaran Nama
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini