KNKT: Sukhoi jatuh akibat pilot abaikan peringatan dari Halim

Selasa, 18 Desember 2012 12:09 Reporter : Muhammad Mirza Harera
sukhoi superjet 100. Meoita / Shutterstock.com

Merdeka.com - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis penyebab jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 pada 9 Mei 2012 lalu. Dari hasil investigasi KNKT, penyebab jatuhnya pesawat Rusia itu akibat kelalaian pilot.

Saat itu pilot Aleksander Nikolaevich Yablonstsev sudah mendapat peringatan dari menara kontrol Halim Perdanakusuma saat melintas di atas Gunung Salak.

"Sudah ada peringatan dari Halim, tapi tidak dihiraukan oleh pilot," ujar Ketua KNKT Tatang Kurniadi saat jumpa pers di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).

Saat itu pilot diminta memutar bentuk orbit karena di depan ada Gunung Salak. Menurut Tatang, pilot terlambat mengantisipasi lereng gunung. Saat itu sepuluh detik sebelum pesawat menabrak gunung, pilot baru melakukan manuver.

"Tapi sudah tidak bisa tertolong lagi. Menurut perhitungan kami, pesawat masih bisa diselamatkan jika pilot sempat menghindar 24 detik sebelum tabrakan," terangnya.

Hal ini dikuatkan dengan laporan dari pihak Sukhoi, bahwa sebelum pesawat tersebut lepas landas telah dilakukan pemeriksaan mesin dan tidak ada masalah.

"Hanya saja radar di pesawat belum lengkap memetakan kawasan Gunung Salak. Tetapi sebelum terbang sudah dicek mesinnya tidak ada masalah," imbuhnya.

45 Penumpang pesawat Sukhoi Superjet 100 tewas dalam tragedi itu. Pesawat hancur luluh setelah menabrak lereng Gunung Salak pada 9 Mei lalu. [hhw]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.