Klaster Tarawih di Banyumas, 51 Jemaah Positif Covid-19

Kamis, 29 April 2021 16:16 Reporter : Yan Muhardiansyah
Klaster Tarawih di Banyumas, 51 Jemaah Positif Covid-19 Bupati Banyumas Achmad Husein. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sekurangnya 51 jemaah salat tarawih di Banyumas terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka diduga tertular virus corona saat beribadah di masjid dan musala yang ada di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor, dan Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede.

"Untuk klaster tarawih di Desa Pekaja siang ini keluar hasil tambahan 22 orang positif dari 54 kontak erat, sehingga total ada 44 kasus positif," kata Achmad Husein di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Kamis (29/4).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas awalnya menemukan dua kasus positif dari jemaah salat tarawih di Desa Pekaja. Mereka kemudian melakukan tracing dan testing terhadap kontak erat hingga akhirnya mendapatkan 44 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Hari ini (29/4), dari 44 orang yang terkonfirmasi positif, salah seorang di antaranya dirawat di RSUD Banyumas, sedangkan 43 orang lainnya menjalani isolasi mandiri," katanya.

Sementara itu klaster tarawih di Desa Tanggeran diduga berawal dari adanya seorang warga yang sedang sakit tetap berangkat ke musala untuk melaksanakan ibadah salat tarawih berjamaah pada awal Ramadhan 1442 H.

Berdasarkan hasil tes usap yang dilaksanakan pada 22 April 2021, kata Achmad Husein, tujuh warga yang merupakan jemaah salat tarawih di Desa Tanggeran terkonfirmasi positif Covid-19. "Sekarang sedang menjalani karantina di RK (Rumah Karantina) Diklat mulai 26 April 2021, satu orang dengan kondisi gejala ringan berupa pilek dan batuk, sedangkan enam orang lainnya tanpa gejala," jelasnya.

Terkait munculnya klaster tarawih dalam penularan Covid-19, Achmad Husein mengatakan, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Banyumas dan tokoh agama guna membahas permasalahan itu. "Yang pasti, kami akan minta adanya peningkatan protokol kesehatan. Bentuknya seperti apa? Itu tergantung dari hasil pertemuan tersebut," katanya seperti dilansir Antara.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Banyumas Sadiyanto mengatakan setelah diketahui adanya kasus positif, puskesmas setempat langsung berkoordinasi dengan satuan tugas di tingkat desa. Pihak desa telah melakukan disinfeksi serta penutupan dua masjid dan dua musala di wilayah itu.

"Warga desa sekitar sudah diberikan edukasi untuk salat tarawih di rumah. Permasalahan di lapangan, ada kelompok jemaah tertentu yang berpindah masjid ke wilayah lain, sehingga tracking berkembang ke masjid wilayah lain," katanya dalam pesan WhatsApp yang disampaikan Achmad Husein kepada wartawan. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini