Klaster Keluarga Akibat Libur Panjang Diduga Sebabkan Lonjakan Covid-19 di Jatim

Rabu, 18 November 2020 19:48 Reporter : Erwin Yohanes
Klaster Keluarga Akibat Libur Panjang Diduga Sebabkan Lonjakan Covid-19 di Jatim Ilustrasi corona. ©2020 Merdeka.com/shutterstock

Merdeka.com - Kasus penyebaran virus corona atau Covid-19 di Jawa Timur (Jatim) mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Klaster keluarga akibat liburan panjang kemarin diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jatim, jumlah total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 57.237. Bertambah 471 pasien dibanding hari sebelumnya yang hanya 56.766. Penambahan tertinggi terjadi di Lumajang dengan total 100 kasus baru. Disusul kemudian Jember dengan tambahan 60 kasus baru, dan Trenggalek 41 kasus baru.

Staf Ahli Rumpun Kuratif Satgas Penanganan Covid-19 Jatim, dr. Makhyan Jibril Al Farabi, mengungkapkan tingginya penambahan kasus baru Covid-19 diduga merupakan dampak dari libur panjang beberapa waktu lalu. Dia menyebut, dampak libur panjang terhadap penambahan kasus Covid-19 baru bisa dirasakan setelah dua pekan pascalibur.

"Dugaannya memang, kemungkinan dampak libur panjang. Disebutkan bahwa pasca long weekend memang rata-rata kasus di Indonesia naik, Jawa Timur memang mobilitasnya tidak setinggi provinsi lain ketika long weekend kemarin," ujarnya, Rabu (18/11).

Jibril mengakui, daerah yang menjadi sorotan terkait penambahan kasus Covid-19 di Jatim adalah Lumajang. Di mana dalam beberapa hari terakhir, lonjakan kasus Covid-19 di daerah itu terbilang tinggi, bahkan hingga menyebabkan ia kembali ke zona merah.

Selain Lumajang, Jember dan Trenggalek juga tak luput dari perhatian. Berdasarkan hasil penelusuran atau tracing, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 baru di tiga daerah tersebut didominasi klaster keluarga.

"Klaster keluarga memang berisiko naik setelah long weekend. Karena biasanya terjadi kontak antar keluarga saat libur panjang," tegasnya.

Diketahui, jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh di Jatim sebanyak 50.901 orang, atau setara 88,93 persen. Sedangkan pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia di Jatim totalnya sebanyak 4.068 orang atau setara 7,11 persen. Adapun, pasien positif Covid-19 yang saat ini masih menjalani perawatan sebanyak 2.268 orang atau setara 3,96 persen. [lia]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini