Klaster Covid-19 di Rutan Garut Berawal dari Tahanan Wanita

Senin, 12 Juli 2021 13:41 Reporter : Mochammad Iqbal
Klaster Covid-19 di Rutan Garut Berawal dari Tahanan Wanita Ilustrasi penjara. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasubsi Pelayanan Tahanan pada rumah tahanan Negara (Rutan) Garut, Asep Rahmat mengatakan bahwa kasus Covid-19 di tempatnya berawal dari seorang warga binaan yang ditahan di blok wanita. Saat itu, tahanan tersebut mengeluhkan gejala demam.

"Kita periksa yang bersangkutan dengan swab antigen dan hasilnya positif (reaktif). Lalu dilakukan tracing ke sejumlah kontak erat, akhirnya memang ada beberapa orang lainnya yang positif," kata Asep, Senin (12/7).

Asep mengungkapkan bahwa hasil tracing, diketahui jumlah warga binaan yang terpapar Covid-19 berjumlah 71 orang yang terdiri dari 64 laki-laki dan 7 perempuan. “Karena kita rutan ada tahanan dan napi. Sejauh ini ada beberapa orang bergejala ringan, secara keseluruhan baik,” ungkapnya.

Walau jumlah yang terpapar mencapai puluhan orang, ia memastikan bahwa pihaknya masih bisa melakukan penanganan secara langsung di rutan. Walau begitu, pihaknya sudah bekerjasama dengan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas terdekat.

Pihaknya, setidaknya sudah menyiapkan blok khusus bagi mereka yang terpapar Covid-19. Selain itu juga, pihak rutan sudah berkoordinasi dengan Satgas COvid-19 dan mendapat bantuan vitamin, obat, hingga alat kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

“Ada yang masih demam, batuk, ada juga yang hilang penciuman. Kalau memburuk kita akan bawa ke Puskesmas atau rumah sakit. Untuk sementara bisa ditangani dalam rutan. Kita juga sesuai prosedur, prokes diperketat, jadwal jemur, pengecekan setiap hari,” tutup Asep.

Sebelumnya, puluhan penghuni rumah tahanan Negara (rutan) Kabupaten Garut diketahui terpapar Covid-19. Belum diketahui awal mula penyebarannya dari mana, namun saat ini para penghuni rutan tersebut diisolasi di ruangan khusus yang telah disiapkan.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani mengatakan bahwa awalnya pihaknya menerima permintaan pengetesan kepada sekitar 200an tahanan. Permintaan tersebut dikarenakan adanya sejumlah tahanan yang memiliki gejala Covid-19.

“Kemarin, Kamis (8/7) kita melakukan pengetesan usap antigen kepada 200 orang tahanan. Hasilnya, dari 200 orang yang kita tes 71 di antaranya dinyatakan terpapar,” ujarnya, Jumat (9/7). [gil]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini