Kivlan Zen: Senjata Saya Mulut, Masa Dibilang Makar

Senin, 13 Mei 2019 16:44 Reporter : Merdeka
Kivlan Zen: Senjata Saya Mulut, Masa Dibilang Makar Kivlan Zen di Bareskrim. ©2019 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Merdeka.com - Kivlan Zen menganggap, perbuatan makar ialah mengubah bentuk pemerintahan dengan cara-cara kekerasan, yaitu dengan menggunakan senjata. Menurutnya, tuduhan makar terhadap dirinya begitu tidak beralasan.

Apa yang dilakukannya selama ini, menurutnya bukanlah sebuah tindakan makar. Karena prasyarat makar adalah adanya kekerasan dengan menggunakan senjata.

"Makar itu (Pasal) 106 UU Pidana, barang siapa yang melakukan upaya untuk mengubah pemerintahan dengan cara memakai senjata, loh wong senjata saya mulut, masa dibilang makar," kata Kivlan Zen di Bareskrim Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (13/5).

Dia mengungkapkan, kekesalannya karena telah dituduh akan melarikan diri ke luar negeri. Menurut purnawirawan ABRI itu mengaku, dirinya bukan hendak melarikan diri, melainkan bertandang ke Batam untuk menemui keluarganya.

Kivlan bahkan mengancam akan melaporkan salah satu media massa karena telah menuduhnya akan kabur ke luar negeri.

"Yang ada tuduhan saya melarikan diri ke Brunai oleh apa CNN, aduh terlalu lah. Dari Batam ke Brunai mau ke Jerman, mana saya ndak beli tiketnya. Saya malah dikawal sama polisi sampai bandara di Batam. Saya di situ anak saya, cucu saya, istri saya, saya datang untuk ke sana bukan melarikan diri," tutupnya. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. Kivlan Zen
  2. Aksi Makar
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini