Kisruh PPP di Sumut berujung pemecatan ketua DPW dan pembakaran poster Romi

Jumat, 12 Januari 2018 09:56 Reporter : Ya'cob Billiocta
Kisruh PPP di Sumut berujung pemecatan ketua DPW dan pembakaran poster Romi Kader PPP Sumut bakar poster Romahurmuzy. ©2018 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Kisruh internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berujung pemecatan Yulizar Parlagutan Lubis dari kursi ketua DPW Sumatera Utara, dan pembakaran poster Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Pangkal persoalan lantaran keputusan DPP yang mendukung pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus di Pilgub Sumut.

"Yang jadi persoalan dasar bagi PPP, calon itu tidak sesuai dengan aspirasi umat Islam dan kader PPP di Sumut. Saya sampaikan ke DPP, kalau itu dilakukan kami nyatakan menolak dengan tegas keputusan DPP," kata Yulizar di Medan, Kamis (11/1).

Dia menjelaskan, DPW PPP sebenarnya siap dan ikhlas 100 persen untuk memenangkan pasangan calon yang diusung PDIP. Syaratnya pasangan itu harus merupakan figur muslim-muslim.

Untuk mewujudkan formasi itu, DPW PPP Sumut menawarkan kadernya untuk menjadi bakal calon, yaitu Hasrul Azwar dan Fadly Nurzal. Jika nama itu tidak diterima, mereka juga menyodorkan figur dengan elektabilitas yang diyakini tinggi, yakni gubernur petahana Tengku Erry Nuradi.

"Tapi lagi-lagi suara kami tidak diterima, maka kami nyatakan menolak keputusan yang ditetapkan DPP," jelas Yulizar.

Meski berapi-api menyatakan penolakannya pada keputusan DPP, Yulizar belum berani mengarahkan kader untuk bersikap pada Pilgub Sumut. Alasannya mereka masih harus meminta penjelasan dari DPP.

"Kita tidak bicara dukungan ke mana pun. Hari ini saya sampaikan ke DPP dan Majelis Syariah DPP untuk datang ke Medan. Jelaskan pada kami kenapa tindakan itu dilakukan, ke seluruh PPP Sumut. Kami akan menyurati DPP meminta agar mereka berikan tabayyun, penjelasan," kilah Yulizar.

Aksi pembakaran poster Romy dilakukan kader PPP di kantor DPW PPP Sumut, Rabu (10/1). Mereka merobek spanduk bergambar Romahurmuziy kemudian membakarnya. Kader PPP ini mengklaim para pengurus DPC di Sumut menolak untuk mendukung Djarot-Sihar.

"Di beberapa daerah, pengurus DPC melakukan hal yang sama. Artinya penolakan bersama akibat dari kekecewaan para kader terhadap keputusan DPP terkait persoalan Pilgub Sumut," kata Ketua DPC PPP Langkat Rahmat Rinaldi.

Menurutnya, kader PPP Sumut kesal dengan keputusan partai. Mereka menyatakan tidak akan membantu pemenangan Djarot-Sihar.

"Kami tidak akan memberikan dukungan untuk proses pemenangan paslon yang diusung DPP. Yang jelas, cabut dukungan, kita akan pilih pemimpin bukan pasangan pelangi," sebut Rahmat.

Penolakan Yulizar berbuntut pada pencopotan dirinya. Jabatan Ketua DPW Sumut dipegang Ihsan Nahrowi yang juga menjabat Ketua DPP PPP Korwil Sumatera.

Ihsan hadir mendampingi Djarot-Sihar mendaftar ke KPU Sumut. Dia membawa SK No 1559/KPTS/DPP/1/2018. Dalam dokumen yang ditandatangani Romahurmuziy itu disebutkan Ihsan menggantikan Yulizar. Dia juga diberi kuasa untuk melakukan pendaftaran dan menandatangani berkas-berkas dalam pencalonan Djarot-Sihar.

Dalam SK tersebut, Ihsan Nahrowi juga diberikan mandat untuk memimpin konsolidasi internal PPP di Sumut selama pelaksanaan pilkada. [cob]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini