Kisah tragis pria dibakar karena dituduh curi amplifier musala

Jumat, 4 Agustus 2017 05:54 Reporter : Adi Nugroho
Kisah tragis pria dibakar karena dituduh curi amplifier musala Ilustrasi Pengeroyokan. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kesedihan masih tampak di wajah Siti Zubaidah. Warga Kampung Jati, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi itu ditinggal mati suaminya Muhammad Aljahra alias Zoya (30) yang tewas secara mengenaskan. Zoya dituduh mencuri amplifier musala dan dihajar warga serta dibakar hidup-hidup di Babelan, Bekasi Selasa (2/8) petang.

"Saya yakin kalau suami saya tidak melakukan pencurian. Saya enggak percaya atas tuduhan itu," kata Zubaidah saat ditemui merdeka.com, Kamis (3/8).

Menurut dia, suaminya merupakan teknisi elektronik. Biasanya memperbaiki pengeras suara seperti toa yang rusak, sound system, televisi dan lainnya. "Saya pasrah dengan kejadian ini," katanya.

Ditinggal suaminya, Zubaidah yang sehari-harinya hanya seorang ibu rumah tangga, kini harus menghidupi anak laki-lakinya yang masih berusia empat tahun. Kesedihannya bertambah karena saat ini dia sedang mengandung enam bulan anak keduanya.

"Saya tidak menyangka kejadian ini menimpa suami," kata Zubaidah yang mengaku air matanya sudah kering karena kejadian ini.

Dia menuturkan, Zoya merupakan tulang punggung keluarga. Penghasilannya tidak menentu dari hasil jual beli barang elektronik bekas, serta jasa memperbaiki elektronik seperti televisi, amplifier, sound sistem, dan lainnya. "Dalam seminggu biasanya mendapatkan Rp 300 ribu, paling banyak Rp 500 ribu," ujarnya.

Menurut dia, untuk mendapatkan elektronik bekas atau rusak, biasaya mencari di sejumlah tukang barang bekas. Dari situ dibeli untuk dibawa pulang lalu diperbaiki. "Kemudian dijual lagi, nyari rongsokan biasanya keliling ke beberapa tempat," imbuhnya.

Zubaidah mengaku sudah diperiksa polisi di Polsek Babelan. Dalam pemeriksaan itu, penyidik menanyakan seputar profesi dan keperluan suaminya pergi dari rumah. "Saya di sana diminta tanda tangan, enggak tahu apa isi berkas yang saya tanda tangani," katanya.

Ketika dikonfirmasi sehari sebelumnya Rabu (2/8), Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito mengatakan korban merupakan pelaku pencurian berdasarkan laporan yang diterima. "Ada laporan polisinya," cetusnya.

Laporan polisi itu dibuat oleh marbot di sebuah musala yang amplifiernya hilang di Kampung Muara Bakti RT 012 RW 07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Atas dasari itu, Rizal membantah bahwa Zoya merupakan korban amuk massa salah sasaran seperti yang disebutkan di media sosial yang kini menjadi viral. "Hasil penyelidikan menyebutkan, bahwa korban yang dibakar massa ini adalah pelaku pencurian amplifier musala," ujarnya.

Polisi sudah meminta keterangan saksi, seperti marbot musala yang melaporkan bahwa amplifier di musala hilang.

Saat kejadian, lanjut dia, sang marbot berteriak maling karena amplifier di musala hilang. Dibantu warga, mereka mengejar MA yang saat itu memboyong amplifier menggunakan sepeda motor.

Sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian, MA berhasil dikepung. Di luar dugaan, dia nekat menceburkan diri hingga berenang ke kampung seberang. Nahas, dia berhasil ditangkap dan langsung diamuk massa yang kesal dengan ulahnya.

Meski begitu, Rizal menyayangkan aksi main hakim warga yang mengakibatkan Zoya meninggal dunia. "Untuk pengeroyokan yang mengakibatkan MA meninggal dunia akan tetap kami proses," kata Rizal. [bal]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pencurian
  3. Bekasi
  4. Pencuri Ampli Dibakar
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini