KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kisah sedih Wiwit dikubur bersama gaun dan perlengkapan pre-wedding

Jumat, 19 Mei 2017 06:30 Reporter : Muhammad Sholeh
Wiwit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Nasib tragis menimpa Chatarina Wiedyawati (30) atau biasa disapa dengan Wiwit. Gadis asal Yogyakarta yang merantau di Bumi Sriwijaya itu tewas dan mayatnya ditemukan di semak-semak di kawasan Jalan Sukabangun II, Kelurahan Sukajaya, Sukarami, Palembang, Kamis (11/5) lalu.

Wiwit sebelumnya berpamitan akan ke Yogyakarta untuk melakukan pemotretan pre-wedding bersama calon suaminya, Martinus Asworo (33). Sempat tak diketahui identitasnya, jenazah Wiwit baru teridentifikasi setelah pihak keluarga mengecek jenazah di RS Bhayangkara Palembang.

Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah Wiwit pun diterbangkan ke Yogyakarta pada Rabu (17/5) sore dan disemayamkan di rumah duka di Perumahan Surya Permai 2, Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta. Jenazah Wiwit kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Ngrau, Suryodiningratan pada Kamis (18/5).

Menurut Alvian Nur Budi Prasetyo, adik sepupu Wiwit, keluarga terakhir kali mendapat kabar dari Wiwit pada Sabtu (6/5) yang lalu. Saat itu, alumnus Magister Manajemen (MM) UGM ini mengabarkan bahwa dirinya akan ke Yogyakarta untuk melakukan pre-wedding.

Pre-wedding akan dilakukan pada Minggu (7/5). Wiwit pun mengabari untuk dijemput di Bandara Adisutjipto Yogyakarta pada Minggu (7/5) pukul 10.00 WIB.

"Mbak Wiwit sempat meminta saya menjemputnya di bandara jam 10 pagi. Saya tunggu sampai siang kok tidak ada kabar. Padahal saya sudah di bandara. Nomor Mbak Wiwit saya hubungi tidak aktif. Sedangkan nomor calon suaminya juga tidak aktif," ujar Alvian, Kamis (18/5).

Alvian menjelaskan bahwa akhirnya dirinya pulang ke rumah. Kemudian pada Senin (8/5), dirinya kembali mengecek ke pihak maskapai penerbangan apakah nama kakak dan calon suaminya ada didaftar penumpang atau tidak.

"Keluarga semakin bingung karena sudah pamit ke Yogyakarta kok tidak ada kabar. Apalagi Mbak Wiwit sudah janjian dengan pihak jasa pemotretan pre-wedding. Kok tiba-tiba menghilang. Padahal semua perlengkapan pre-wedding seperti gaun, softlens, buket bunga dan balon sudah saya siapkan semuanya," ungkap Alvian.

Alvian menambahkan bahwa berdasarkan hasil autopsi, diduga Wiwit meninggal antara Sabtu (6/5) malam hingga Minggu (7/5) dini hari. Wiwit diketahui tewas karena ada luka pukulan benda tumpul di belakang kepala. Tengkorak, ucap Alvian, pecah dan tangan kanan dalam kondisi patah terpuntir ke belakang.


Jenazah Wiwit 2017 merdeka.com/purnomo edi


Tangis keluarga Wiwit pecah saat jenazah Wiwit dimasukkan ke liang lahat di Pemakaman Ngrau, Suryodiningratan, Mantrijeron, Yogyakarta, Kamis (18/5). Keluarga meratapi nasib nahas yang dialami oleh Wiwit.

"Menurut rencana, Mbak Wiwit akan ke Yogyakarta untuk pemotretan pre-wedding di tiga tempat pada Minggu (7/5). Rencananya akan foto di Tamansari, Tebing Breksi dan terakhir di pantai. Semua sudah direncanakan matang oleh Mbak Wiwit. Karena Mbak Wiwit saking gembiranya memersiapkan pernikahannya yang akan digelar September mendatang," ungkapnya.

Wiwit diduga menjadi korban pembunuhan dan jenazahnya dibuang di tepi jalan. Dari hasil autopsi diketahui bahwa ada retak di bagian tengkorak belakang karena pukulan benda tumpul dan tangan kanan terpuntir hingga ke belakang.

"Kami enggak menyangka bahwa Mbak Wiwit akan bernasib seperti itu. Apalagi dugaan pelakunya adalah calon suaminya sendiri. Mbak Wiwit sudah berpacaran selama hampir dua tahun. Calon suaminya juga sudah dikenalkan kekeluarga pada Natal 2016 yang lalu," jelas Alvian.

Alvian menceritakan bahwa saat pemakaman, baik gaun, balon berwarna merah dan emas masing-masing 5 buah, softlens akhirnya turut dikubur bersama dengan jenazah Wiwit. Benda-benda yang sedianya akan digunakan untuk pre-wedding Wiwit itu sengaja dikubur bersama sedangkan buket bunga diletakkan di atas makam Wiwit.

"Semua sudah dipersiapkan sematang-matangnya oleh Mbak Wiwit. Mbak Wiwit sangat antusias akan melakukan pre-wedding. Gaun sudah dikirimkan sejak Kamis (4/5) ke saya agar dicuci, disetrika dan diberi pewangi. Sedangkan softlens dan balon sudah saya belikan sesuai pesanan Mbak Wiwit. Buket bunga awalnya akan bertuliskan Marry Me tetapi kemudian diganti jadi I Love U dan saya juga yang memesankan atas permintaan Mbak Wiwit," papar Alvian.


barang-barang prewedding yang dikubur bersama Wiwit 2017 merdeka.com/purnomo edi


Alvian menambahkan bahwa hingga saat ini, pihak Polresta Palembang masih terus melakukan penyelidikan guna mencari pembunuh Wiwit. Keluarga, lanjut Alvian berkeyakinan bahwa pelaku adalah calon suami Wiwit. Sebab orang terakhir yang bersama Mbak Wiwit adalah calon suaminya dan kemudian menghilang sampai sekarang.

Meninggalnya Wiwit menyisakan sejumlah pertanyaan bagi keluarga. Di antaranya adalah paska menghilangnya Wiwit sejak Sabtu (6/5) hingga akhirnya ditemukan jenazahnya pada Kamis (11/5) di Jalan Sungai Sedapat, Sukarami, Palembang, sang calon suami Martinus Asworo (33) tak diketahui keberadaannya.

"Orang terakhir yang bersama Mbak Wiwit adalah calon suaminya yang bekerja sebagai tenaga fotokopi di salah satu sekolah swasta di Palembang. Karena saat itu Mbak Wiwit dan calon suaminya sedang dalam perjalanan akan ke bandara dan akan terbang ke Yogyakarta untuk melakukan pemotretan pre-wedding," ujar Alvian.

Alvian menerangkan bahwa dari keterangan salah seorang rekan calon suami Wiwit, Asworo sempat pulang ke mess pada Minggu (7/5) pagi dengan menggunakan sebuah mobil rental yang biasa disewanya. Mobil itu berdasarkan rekaman CCTV di mess, lanjut Alvian, sempat dicuci oleh calon suami Wiwit tetapi yang dicuci hanya bagian dalamnya saja.

"Dari keterangan petugas saat saya di Palembang untuk menjemput jenazah Mbak Wiwik, ditemukan bercak darah dan pada handle remnya mengalami kerusakan," ungkapnya.

Alvian menambahkan bahwa calon suami Wiwit diketahui pada Minggu sore pergi dengan tergesa-gesa menggunakan sepeda motor. Saat ditanya teman satu messnya, kata Alvian, Asworo pamit mau pergi melaundrykan pakaiannya. Sejak itu, Asworo tak lagi diketahui keberadaannya.

"Keanehan lainnya adalah dari beberapa ATM milik Mbak Wiwit semuanya kosong. Dari pelacakan yang dilakukan keluarga, di salah satu rekening Mbak Wiwit ada uang Rp 6,5 juta tetapi ditarik oleh seseorang sebesar Rp 6,4 juta pada hari Kamis (11/5) di daerah Lampung Timur," jelas Alvian.

"Padahal, saat itu Mbak Wiwit diketahui sudah meninggal dunia. Anehnya itu kok ATM-nya kosong, padahal orang mau menikah itukan harusnya punya tabungan. Tapi kok rekening Mbak Wiwit kosong," tambahnya.

Alvian juga menambahkan bahwa pada Minggu (7/5) pagi, sempat ada perubahan status BBM milik Wiwit. Statusnya, ucap Alvian, bertuliskan "Save Flight".

"Padahal Mbak Wiwit itu diperkirakan meninggal pada Sabtu (6/5) malam hingga Minggu (7/5) dini hari. Itu berdasarkan keterangan dari petugas. Kok bisa pagi statusnya BBM-nya bisa update. Saat pemeriksaan barang-barang milik Mbak Wiwit, telepon genggam dan ATM diketahui hilang," pungkas Alvian. [msh]

Rekomendasi Pilihan

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.