Kisah putri bos Yakuza mencari cinta sejati

Senin, 26 Agustus 2013 09:31 Reporter : Laurel Benny Saron Silalahi
Kisah putri bos Yakuza mencari cinta sejati Shoko Tendo. ©2013 Merdeka.com/djoko poerwanto

Merdeka.com - Bagi Shoko Tendo mencari cinta tak semudah wanita lain. Jelas saja, wanita ini adalah putri ketiga dari ketua gengster Jepang alias Yakuza.

Perjalanan hidup menjadi keluarga Yakuza memang tidak menyenangkan baginya. Sejak kecil Shoko seringkali merasakan diskriminasi atau dikucilkan oleh masyarakat biasa.

"Saat sebagai anak Yakuza kalau ada anak-anak lain yang ingin bermain dengan saya, mau berteman dengan saya itu saya sebetulnya sangat bahagia. Tapi kebalikannya, saya sangat sedih di mana orang tuanya sering kali berusaha untuk menjauhkan anaknya, karena saya adalah putri dari seorang bos Yakuza," ujar Shoko saat berbincang dengan merdeka.com di ruang Kemitrix, lantai 2, Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (23/8) malam.

Saat dewasa, Shoko pun akhirnya mulai menjalani kehidupan sebagai Yakuza. Di usianya yang ke 21 tahun, Shoko akhirnya memberanikan diri untuk membuat tato di kulit mulusnya.

Setelah itu, kehidupan Shoko muda pun mulai mengikuti arus dunia Yakuza. Narkoba, dan seks bebas pun seakan menjadi rutinitas sehari-harinya kala itu.

Bahkan menurut Shoko, di kehidupan semasa mudanya tidak pernah mengalami kisah percintaan yang romantis serta menemukan cinta sejati dari seorang pria yang benar-benar mencintainya.

"Jadi saya tidak pernah berkenalan degan laki-laki yang biasa. Karena saya berada di lingkungan Yakuza, jadi kenalnya laki-laki anggota Yakuza semuanya. Kalaupun ada anak laki-laki dari orang biasa yang serius mungkin laki-laki itu harus berpikir dua atau tiga kali karena takut pacaran sama anak Yakuza," katanya sambil mengingat kisah masa lalu itu.

Saat berpacaran dengan Yakuza, Shoko sempat mengalami kekerasan bahkan diperkosa. Pria itu memang menyukai kekerasan saat berhubungan. Saat sudah putus pun pria itu menculik Shoko dan memerkosanya.

Akhirnya Shoko menjalin hubungan dengan seorang pria. Tanpa menikah, pria itu juga yang memberinya seorang anak perempuan.

"Setelah anak saya lahir, dia pergi entah ke mana. Jadi anak saya tak tahu siapa ayahnya," kata Shoko.

Selain dengan pria itu, Shoko sempat menjalin hubungan dengan tiga pria lain. Tapi rupanya tak ada yang bertahan lama. Kini dia betah menjadi orangtua tunggal bagi putrinya. Shoko kini tobat dan meninggalkan dunia Yakuza. Dia juga menulis buku Yakuza Moon yang diterjemahkan ke banyak bahasa. Banyak lelaki yang mau melamarnya setelah membaca buku ini.

"Kalau aneh-aneh begitu tentu saya tolak," katanya sambil tersenyum. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Yakuza Indonesia
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini