Kisah Polisi di Kupang Dirikan Sekolah Sepak Bola Gratis

Kamis, 16 September 2021 02:33 Reporter : Ananias Petrus
Kisah Polisi di Kupang Dirikan Sekolah Sepak Bola Gratis Polisi di NTT dirikan sekolah sepak bola. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah Sekolah Sepak Bola (SSB) sederhana dan gratis didirikan di Kampung Riumata, Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

SSB ini ternyata didirikan oleh seorang anggota Polri bernama Bripka Ever Gusriyanto Tinenti. Bripka Ever merupakan personel Ditbinmas Polda NTT.

Keikhlasan pria kelahiran Dili, Timor-Timur (Timor Leste) 10 April 1988 ini merasa terpanggil untuk mendirikan sekolah sepak bola, bagi anak-anak yang tinggal di kampung.

Bripka Ever memang diketahui memiliki hobi bermain sepak bola, jauh sebelum menjadi anggota Polri. Semangatnya mencetak bibit unggul dalam sepak bola patut diacungi jempol.

SSB Putra Timor, menurut Ever, ini semua dilakukan semata-mata untuk mencetak bibit unggul, serta menyelamatkan generasi masa depan sepak bola di Kabupaten Kupang khususnya di Desa Niukbaun.

"SSB Putra Timor didirikan pada 1 Agustus 2020 lalu ini berkat kerja sama dengan para pemuda Desa Niukbaun. Saya selaku pembina telah melaporkan pendirian SBB ini ke Pemerintah Kabupaten Kupang dalam hal ini ke Bupati Kupang dan Kadis Pora Kabupaten Kupang pada tanggal 11 Mei 2021 lalu," kata Ever, Rabu (15/9).

Menurut Ever, motivasinya untuk membangun SBB ini karena melihat potensi dan bakat di bidang sepak bola, yang dimiliki olah anak-anak di Amarasi Barat dan. Sehingga dengan keberadaan SBB ini bisa menjadi sarana anak-anak untuk belajar sepak bola secara profesional.

Ia menggandeng dua orang mantan pemain sepak bola NTT, yakni Jems Bana sebagai pelatih dan Ancelo Sanu, sebagai asisten pelatih untuk membawa SSB Putra Timor yang nantinya bisa diorbitkan ke level nasional.

"Misi dan mimpi kami yakni bisa mencetak bibit-bibit pemain yang nantinya bisa diorbitkan ke level nasional," ujarnya.

Sudah sebanyak 50 anak telah mendaftar dan menjalani pelatihan di SBB Putra Timor. Mereka dibagi dalam tiga kategori usia yakni, 12 tahun, 16 tahun dan usia 19 tahun.

Ever menilai, sebagai anggota Polri dirinya merasa terpanggil untuk menciptakan SDM Unggul di cabang olahraga sepak bola, sehingga bakat anak-anak maupun remaja di Kecamatan Amarasi Barat dapat disalurkan ke hal-hal yang positif.

Dia berharap pemerintah maupun semua elemen terkait memberikan suport, serta dukungan akan keberadaan SBB Putra Timor ini.

"Jujur, dalam membangun dengan swadaya sendiri dan segala keterbatasan. Kita belum punya sponsor, saat ini kita masih mencari sponsor untuk bisa mendongkrak SBB ini," tutupnya. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kisah Inspiratif
  3. Kupang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini