Kisah Pilu Para Napi Perempuan Melahirkan di Dalam Penjara Sampai-sampai Tanpa Dokter

Jumat, 22 November 2019 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah Pilu Para Napi Perempuan Melahirkan di Dalam Penjara Sampai-sampai Tanpa Dokter Seorang warga binaan di balik jeruji di lorong Lapas Wanita Klas II A Malang. ©2019 Merdeka.com/Liputan6.com

Merdeka.com - Kasus perempuan melahirkan dalam penjara kerap terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Para perempuan tersebut ada yang melakukan persalinan dengan bantuan medis atau dokter tapi ada juga yang tidak. Tak jarang, setelah melahirkan, para perempuan tersebut merawat anaknya di balik jeruji besi.

Perlu diketahui, ada peraturan khusus ibu hamil dan menyusui di dalam tahanan. Untuk di Indonesia, peraturan pemerintah soal ibu hamil tercantum dalam Peraturan Pemerintah Pasal 28 ayat 3,4,5 Tahun 1999, yang berisi:

3. Setiap tahanan yang sakit, hamil, atau menyusui berhak mendapat makanan tambahan sesuai dengan petunjuk dokter.

4. Anak dari tahanan perempuan yang dibawa ke dalam RUTAN/Cabang RUTAN atau LAPAS/Cabang LAPAS diberi makanan dan makanan tambahan sesuai dengan petunjuk dokter paling lama sampai anak berumur 2 (dua) tahun.

5. Dalam hal anak sebagaimana dimaksud dalam ayat (4) telah berumur 2 (dua) tahun harus diserahkan kepada bapak atau sanak keluarganya, atau pihak lain atas persetujuan ibunya.

Baca Selanjutnya: Peraturan Mandela...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini