Kisah Pasukan TNI Nyamar Jadi Tukang Ojek Hingga Cendol untuk Lumpuhkan Musuh

Senin, 22 Juli 2019 05:30 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah Pasukan TNI Nyamar Jadi Tukang Ojek Hingga Cendol untuk Lumpuhkan Musuh Aksi TNI di RIMPAC 2016. ©2016 REUTERS/Hugh Gentry

Merdeka.com - Masuk ke wilayah musuh bukan hal mudah. Namun pasukan TNI mampu melakukan hal itu. Mereka melakukan penyamaran dan membaur di masyarakat. Melalui penyamaran itu pula, mereka memantau target, mencari informasi dan kemudian melakukan penyerbuan.

Penyamaran ini dilakukan untuk membongkar kasus kecil hingga yang paling serius, Berikut penyamaran-penyamaran anggota TNI saat memasuki wilayah musuh dan menangkap para penjahat:

1 dari 3 halaman

Nyamar Tukang Cendol

Salah satu purnawirawan TNI AD berpangkat sersan dua di Kesatuan Artileri Pertahanan Udara, Slamet (73), mengisahkan pernah terlibat dalam operasi memburu penjahat di kawasan Pedongkelan, Jakarta Barat. Dia dipilih menjadi intel karena rambutnya yang gondrong tidak seperti anggota TNI lain yang cepak.

Dalam tugas perburuan penjahat selama hampir dua bulan lamanya, Slamet menyamar menjadi seorang tukang cendol. Gerobak cendolnya sudah dipersiapkan oleh kesatuan dan dia hanya tinggal menjualnya saja.

"Ya saat bikin cendol bisa kemanisan bisa enggak manis, maklum lah saya kan bukan tukang cendol," kenangnya sambil tertawa.

Dia mengaku kerepotan saat memburu pelaku sambil melayani pelanggan yang berdatangan ingin membeli cendol.

Saat operasi penangkapan, Slamet dilengkapi senjata jenis FN yang diikatnya di pinggang, dan juga ada foto sang pelaku yang diburu. Tugasnya hanya memantau dan memastikan di mana pelaku berada. Sambil berdagang dia mengelilingi daerah Pedongkelan untuk memastikan alamat penjahat yang diburunya.

Dua bulan memantau pergerakan sang buruan, akhirnya Slamet memastikan target dan melaporkan ke komandannya. Saat penyergapan, terjadi baku tembak di daerah tersebut.

Karena kaget, Slamet yang masih menyamar sebagai tukang cendol langsung loncat ke kali untuk menyelamatkan diri. Untungnya Slamet selamat dan tidak ikut tertembak saat penggerebekan. "Tembakan dari segala arah pas penggerebekan itu, saya panik dan langsung loncat aja," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Menyamar jadi Tukang Durian

Anggota Kopassus memang paling ahli dalam soal penyamaran untuk memasuki wilayah musuh. Seperti yang dilakukan seorang anggota Kopassus dengan nama samaran Sersan Badri yang berhasil menyusup menjadi simpatisan GAM. Ia harus rela menjadi tukang buah agar identitas aslinya tidak diketahui.

Kisah itu ditulis dalam buku "Kopassus untuk Indonesia" karya Iwan Sentosa dan E.A. Natanegara. Suatu hari Badri menyamar sebagai tukang durian yang akan mengirim dagangannya dari Medan ke Lhokseumawe. "Dalam perjalanan, melewati pos penjagaan dan pemeriksaan aparat, beberapa kali saya diminta jatah durian." cerita Badri.

Badri sengaja menyamar sebagai tukang buah perantauan, karena sulitnya menyusup ke dalam masyarakat Aceh yang trauma akibat konflik berkepanjangan. Kalau Badri menyamar menjadi tukang buah perantauan, ia bisa leluasa bergerak dari Medan, Sumatera Utara hingga Lhokseumawe di Aceh Utara untuk menjalankan bisnis buah yang bisa diantarkan ke markas GAM.

Penyamaran Badri tak boleh terbongkar. Ia berulangkali diuji kesetiaannya oleh para petinggi GAM. Mereka meminta Badri menyembunyikan sanak keluarga mereka. Termasuk menyembunyikan istri panglima GAM yang sedang hamil. Intinya, Badri menjadi "pelindung".

Usaha Badri tak sia-sia sampai ia mendapat kesempatan memasuki gudang senjata milik GAM di Blang Ngara, Aceh Utara. Bahkan Badri pernah memberi bocoran pada GAM tentang gerak-gerik TNI di sana. Bahkan seringkali anggota TNI menembaki temannya sendiri itu. Wajar saja, karena penyamaran ini hanya petinggi TNI yang tahu.

Melalui penyamaran Badri, seorang anggota Sandi Yudha Kopassus itu akhirnya mengetahui bahwa sumber keuangan GAM dari perdagangan ganja kering yang berasal dari Aceh Timur dan Aceh Utara. Ganja dikirim lewat laut menggunakan kapal-kapal kecil ke Malaysia.

3 dari 3 halaman

Menyamar Jadi Tukang Ojek

Upaya anggota TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 0603 Lebak, Sersan Satu Inf Sutisna, melumpuhkan begal motor tak sia-sia. Meskipun dirinya harus meladeni ajakan pelaku baku hantam selama 11 menit.

Kejadian tersebut sekitar Mei 2019 lalu. Agar keberadaannya tak curigai, Sutisna menyamar menjadi seorang pengojek motor dan mangkal di Terminal Angkutan Kota (Angkot) Sunankalijaga Rangkasbitung. Daerah itu memang kerap terjadi kejahatan begal dengan modus menjadi penumpang motor ojek cukup tinggi.

Suatu hari, Sutisna yang sudah menyamar mangkal di Terminal Angkot Sunankalijaga Rangkasbitung. Dia mendapat penumpang yang diketahui pelaku bernama Ridwan. Pelaku membawa tas hitam berisi senjata tajam yang saat itu sudah dicurigai.

Sutisna diminta mengantarkan pelaku ke Pasar Gajrug, Kecamatan Cipanas dengan menjanjikan membayar Rp 120.000. Akhirnya Sutisna setuju.

Di tengah perjalanan, belum sampai tujuan di tempat sepi secara tiba-tiba pelaku menyiramkan cairan air keras di botol itu ke paha korban. Selanjutnya, pelaku menyuruh korban menatap mukanya ke belakang, karena ada cairan panas di paha.

Sersan Satu Sutisna mencurigai penumpang itu akan melakukan kejahatan. Sehingga ia menutup mukanya dengan kaca helm guna menghindari siraman cairan air keras ke mata. Cairan panas itu sangat dirasakan pada kulit bagian dan korban tetap tenang sambil mencari lokasi banyak penduduk.

Setelah tiba di Pasar Gajrug, korban menabrakkan kendaraannya ke tembok hingga terjatuh. Saat korban terjatuh, pelaku mengambil motor korban, sehingga terjadi baku hantam.

Saat terjadi baku hantam, pelaku dapat dilumpuhkan dengan beberapa pukulan dari korban hingga melintaslah kendaraan patroli Polres Cipanas. "Saat ini, pelaku tengah menunggu sidang di Pengadilan," katanya. [has]

Baca juga:
Prajurit TNI Ini Rela Hibahkan Tanah Miliknya Bantu Janda Miskin di Garut
Aksi Sertu Sutisna Menyamar jadi Tukang Ojek Hingga Baku Hantam Lumpuhkan Begal
Inilah Penyebab Helikopter TNI AD Hilang di Papua Belum Ditemukan
Anak Orang Biasa Jadi Lulusan Terbaik di TNI dan Polisi
Perwira TNI-Polri Cium Kaki Ibu Usai Dilantik Jokowi
Presiden Jokowi Lantik 781 Perwira TNI-Polri di Istana

Topik berita Terkait:
  1. TNI
  2. TNI AD
  3. Kriminal
  4. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini