Kisah pasukan elite AS gagal selamatkan sandera di Iran

Kamis, 2 April 2015 11:34 Reporter : Yulistyo Pratomo
Kisah pasukan elite AS gagal selamatkan sandera di Iran Bangkai heli operasi cakar elang. ©wikipedia

Merdeka.com - Di bawah dukungan rakyat Iran, revolusi yang dipimpin ulama karismatik Ruhollah Moosavi Khomeini atau Imam Khomenei berhasil menjatuhkan pemerintahan Shah. Kondisi ini membuat Shah (Raja) Mohammad Reza Pahlavi dilarikan ke luar negeri oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Karena dianggap mendukung pemerintahan yang penuh dengan korupsi dan menggerogoti perekonomian Iran, kantor-kantor perwakilan AS menjadi sasaran amukan warga. Kejadian ini membuat 52 warga AS terjebak dan dijadikan sandera oleh rakyat Iran, penyanderaan ini berlangsung selama 444 hari di Kedutaan AS.

Penyanderaan itu membuat geram Presiden Jimmy Carter, dia segera memerintahkan militer AS untuk menggelar operasi penyelamatan sandera. Perintah itu segera ditindaklanjuti Direktur Operasi dan Mobilisasi AD, Mayjen James B Vaught dan segera menyiapkan operasi khusus.

Vaught kemudian menamakan operasi pembebasan sandera dengan nama Operasi Cakar Elang (Operation Eagle Claw) dan menunjuk Kolonel Charles A Beckwith sebagai pemimpinnya. Beckwith adalah komandan 1st Special Forces Operational Detachment-Delta.

bangkai heli operasi cakar elang

Rencana mulai disusun, delapan heli milik AL AS terbang dari kapal induk USS Nimitz di Laut Arab menuju lokasi rahasia yang diberi nama 'Desert One'. Di lokasi ini mereka akan menjemput personel Delta Forces bersama dengan tiga Hercules C-130 dari Oman, pesawat ini membawa 18 ribu galon bahan bakar.

Operasi dilaksanakan setelah seluruh tim tiba di 'Desert Two', lokasi rahasia berjarak sekitar 50 mil selatan Teheran, ibu kota Iran. Di sini, pasukan Delta dibawa menuju Kedutaan Besar AS dan membebaskan sandera dan membawa mereka ke sebuah lapangan sepakbola, lalu dievakuasi menuju lapangan terbang Manzariyeh. Seluruh heli yang dibawa dalam operasi akan ditinggalkan dan dihancurkan di lokasi ini.

Pada hari yang ditentukan, yakni 24 April 1980 seluruh heli sudah bersiap di 'Desert One'. Meski rencana sudah disusun rapi, namun para pembuat keputusan tak bisa memprediksi cuaca. Alhasil, ketika operasi mulai berjalan, badai pasir membuyarkan segalanya.

Delapan helikopter AL AS sempat memutuskan berbalik arah dan kembali ke USS Nimitz, dua di antaranya mengalami kecelakaan akibat sistem rotornya dipenuhi debu, satu mengalami kerusakan hidrolik. Alhasil, hanya lima heli yang bisa dioperasikan, hal ini membuat komandan pasukan memutuskan membatalkan seluruh rencana, tapi bencana ternyata tak hanya itu saja.

warga as disandera di iran

Saat pesawat AS tengah bersiap untuk proses evakuasi, satu heli mengalami kecelakaan dan menabrak Hercules C-130 yang membawa ribuan bahan bakar. Kejadian ini menghancurkan seluruh isi pesawat dan membunuh delapan prajurit AS. Di tengah kepanikan itu, seluruh pasukan lantas meninggalkan helikopter yang tersisa. Di kemudian hari, seluruh heli tersebut diambil alih oleh AL Iran.

Kegagalan ini menampar muka pasukan khusus AS di mata dunia, khususnya Presiden Carter dan membuatnya kalah dalam pemilihan 1980. Tak lama berselang, AS terpaksa menarik mundur pasukannya dari Vietnam. Para sandera yang terperangkap di Kedutaan AS di Teheran akhirnya tak pernah diselamatkan, meski AS sudah sempat meluncurkan operasi lainnya.

Sebaliknya, kegagalan ini menguatkan ideologi revolusi Iran yang dipimpin Khomenei. Bahkan, dia menyebut Iran di bawah perlindungan Tuhan dengan membuat debu-debu pasir gurun dan menggagalkan operasi rahasia AS tersebut. [tyo]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini