Kisah Miris Pasutri Tunanetra Tertipu Investasi Bodong Hingga Uang Tabungan Ludes

Jumat, 11 Oktober 2019 05:04 Reporter : Moh. Kadafi
Kisah Miris Pasutri Tunanetra Tertipu Investasi Bodong Hingga Uang Tabungan Ludes Pasutri Tuna Netra yang jadi korban penipuan. ©2019 Istimewa

Merdeka.com - Nasib nahas dialami pasangan suami istri (Pasutri) tunanetra asal Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali. Putu Utama (48) dan istrinya Gusti Ayu Ketut Ganteng (48) harus kehilangan uang Rp5 juta usai ditipu seseorang mengaku dari perusahaan besar.

Uang itu hasil keduanya kumpulkan bertahun-tahun menjadi tukang pijat keliling. Pasutri ini pun tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) sebagai keluarga miskin.

Pasutri tersebut tertipu karena termakan bujuk rayu seseorang yang mengaku dari perusahaan besar internasional dengan jaringan sampai ke Malaysia. "Awalnya memang teman-teman saya yang juga tuna netra yang ikut. Teman saya juga kena, kami diajak ikut seminar di Hotel Jimbarwana. Disuruh bayar sebagai modal awal dan akhirnya istri saya juga ikutan," kata Putu Utama, Kamis (10/10).

Penipuan dialami pasutri ini setelah keduanya tertarik karena video yang diputar oleh orang yang mengaku dari perusahaan besar tersebut begitu meyakinkan. Bahkan melibatkan orang-orang terkenal. Intinya tawaran yang diberikan kepada pasutri tersebut merupakan bisnis investasi.

"Saat itu yang ada dalam benak saya ikut menanamkan modal dalam investasi tersebut dengan harapan masa depan kami lebih terjamin. Tapi semua ternyata hanya kedok penipuan," ungkap Putu Utama sambil berlinang air mata.

Bisnis investasi yang ditawarkan adalah bisnis pulsa. Total saldo dana yang disetorkan Rp5 juta.

"Itu dana saya dan istri. Itu hasil jerih payah memijat sejak puluhan tahun. Kami tidak berani menuntut atau ambil jalur hukum karena minim bukti. Bahkan rekan-rekan yang jadi korban ada dananya jauh lebih besar tidak bisa nuntut," ujar Putu Utama lirih.

Awalnya mereka sempat syok karena tertipu. Dana sebesar itu bagi mereka sangat berharga dan besar untuk masa depan. Apalagi putri mereka masih sekolah dan kini duduk di bangku SMK.

"Kami ingin masa depan anak lebih terjamin karena itu kami ingin investasi namun malah tertipu. Bahkan pernah sepeda kami dicuri orang. Pernah juga handphone hilang. Ya, bagaimana lagi diikhlaskan saja," ungkapnya.

Sehari-hari Putu Utama membuka praktik pijat bersama istrinya di rumah dan kadang menerima panggilan. Mereka baru saja menerima bantuan bedah rumah dan sudah mendapat bantuan PKH. Usaha memijat katanya kini sedang sepi.

"Kadang satu atau dua orang dan juga kadang tidak ada dalam sehari," ujar Putu Utama. [gil]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini