KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kisah Kopassus bebaskan sandera di Papua sampai dipuji dunia

Kamis, 17 September 2015 08:04 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali berulah. Kelompok bersenjata ini menyandera dua orang warga sipil yang berprofesi sebagai penebang kayu di Papua. Tak hanya menculik dua warga sipil, OPM juga menembak mati dua rekan korban.

Pemerintah kini sedang berupaya keras agar kedua sandera dibebaskan dengan selamat. Tak hanya itu, Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga menyiapkan pasukan elite untuk membebaskan para sandera. Namun, upaya tersebut terbentur oleh batas negara.

Kasus penyanderaan ini menambah daftar panjang kejahatan OPM yang berlangsung sejak 1980. Salah satu kasus yang pernah menjadi pusat perhatian dunia adalah penyanderaan sekelompok peneliti asing di Mapenduma, Jayawijaya, Papua.

Peristiwa ini terjadi pada 8 Januari 1996. Ketika itu, 26 anggota Tim Ekspedisi Lorentz 95 diculik oleh sayap militer Organisasi Papua Merdeka yang dipimpin Kelly Kwalik. Tim ekspedisi ini beranggotakan warga negara Inggris, Belanda maupun Indonesia. Ratusan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Daniel Yudas Kogoya menculik mereka dari base camp.

Selama 130 hari, OPM menyandera mereka. Komandan OPM Kelly Kwalik berusaha menukar 12 sandera itu dengan kemerdekaan Papua. Karena melibatkan warga negara asing, peristiwa ini jadi sorotan internasional. Selama dalam penyanderaan, para sandera digiring blusukan ke belantara Papua. Mereka tak mendapat cukup makanan, sehingga beberapa orang sakit.

Mabes TNI menggelar satgas untuk membebaskan sandera di Mapenduma. Komandan Jenderal Kopassus Brigjen Prabowo Subianto ditunjuk menjadi komandan. Tim Kopassus yang dikerahkan berasal dari Grup 5 Antiteror. Di antara pasukan TNI lain, mereka mudah dikenali karena berpakaian hitam-hitam.

Selain itu ada pasukan Batalyon Lintas Udara Kostrad 330 dan pasukan penjejak yang terdiri dari putra-putra Irian milik Kodam Cendrawasih. Total pasukan yang dikerahkan mencapai 600 orang. [tyo] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.