Kisah-Kisah Orang Sederhana Ikut Nyaleg

Rabu, 6 Maret 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah-Kisah Orang Sederhana Ikut Nyaleg Atribut kampanye caleg di angkot. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Menjelang Pemilu Legislatif (Pileg) biasanya beragam kampanye dilakukan para calon legislatif (caleg). Mereka berasal dari beragam latarbelakang. Siapa saja boleh mencalonkan diri asal memenuhi syarat.

Berikut ini kisah para caleg yang berasal dari orang-orang biasa saja. Bisa juga disebut kisah orang sederhana yang ingin menjadi caleg:

1 dari 4 halaman

Jadi Caleg untuk Perjuangkan Nasib Ojol

untuk perjuangkan nasib ojol rev1PKB dukung Suhandi Ojek Online. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menerima Suhandi (38), pengemudi ojek online (grab), warga Batu Ceper, Kalideres, Jakarta Timur, yang mendaftar sebagai calon anggota legislatif (caleg) untuk Pemilu 2019. Suhandi mengaku ingin memperjuangkan nasib dari para pengemudi ojek online.

"Jadi saya memiliki keinginan untuk tingkat nasional terutama di DPR RI yaitu membuat sebuah UU yang akan melindungi para driver grab dan juga untuk kepentingan masyarakat umumnya," kata Suhandi.

Rencananya, Suhandi akan maju sebagai caleg pada daerah pemilihan (dapil) Jakarta III yang meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu.

"Jadi saya punya teman di (Jakarta) selatan dan di timur, jadi strategi saya, saya tidak hanya bekerja untuk Jakarta atau dapil III saja. Suatu saat saya membawa penumpang seperti anda di Timur, tentu saya akan promosikan teman-teman yang jadi caleg di timur, begitu juga kalau ada teman yang dari selatan mereka mendapat penumpang ke Utara, mereka akan promosikan juga yang ada di Utara, jadi berkesinambungan. Dan otomatis saya jadi kader PKB," jelasnya.

2 dari 4 halaman

Caleg Berprofesi sebagai Tukang Cakwe

sebagai tukang cakwe rev1Pedagang Cakwe Nur Wahid. ©2019 Merdeka.com

Sosok Nur Wahid menjadi pembeda di pemilihan umum tahun 2019 ini di Kota Bekasi, Jawa Barat. Sebabnya, dia merupakan tukang cakwe yang maju menjadi calon anggota legislatif di wilayah tersebut atau DPRD Kota Bekasi 2019-2024.

Pria berusia 47 tahun ini maju melalui Partai Gerindra. Mendapatkan nomor urut 9, dia maju di daerah pemilihan 3 mencakup Kecamatan Rawalumbu, Mustikajaya, dan Bantargebang.

"Cita-cita saya dari sekolah memang ingin jadi pemimpin," kata Nur Wahid.

Jika terpilih, Nur Wahid ingin memperjuangkan rakyat kecil. Pengalamannya sebagai tukang cakwe menjadi alasan. Sebab, setiap pulang dagang malam hari, Nur Wahid mengaku sering melihat gelandangan dan pengemis tidur di pinggir jalan.

3 dari 4 halaman

Tukang Las yang Tertarik Dunia Politik

yang tertarik dunia politik rev1Ilustrasi daftar Caleg Pemilu 2019. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Ihsan Lahardi, caleg PKS dari Gunungkidul yang berprofesi sebagai tukang las. Ihsan yang belajar mengelas secara otodidak, memberanikan untuk membuka usaha sendiri di Gunungkidul. Ihsan melakukan kampanye dengan cara yang sederhana, dengan mendatangi calon konstituen dari rumah ke rumah.

Ia juga memperkuat basis massa di kalangan tukang las, dengan mendatangi 30 bengkel. "Karena saya tidak punya modal, saya akan turun ke warga. Saya akan minta (suara) karena saya tidak punya (relawan)," kata Ihsan.

Saat berkampanye, Ihsan melalui masa-masa sulit. Ia sempat sakit selama sebulan. Menurut terapis, ada saraf terjepit.

4 dari 4 halaman

Penjaga Warung jadi Caleg

jadi caleg rev1Ilustrasi daftar Caleg Pemilu 2019. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Moch Soleh maju jadi Caleg DPRD Kota Surabaya tahun 2014 dari Partai Golkar. Ia memanfaatkan warung tempatnya berdagang untuk berkampanye secara santai tanpa mengeluarkan uang cukup banyak.

Tak hanya berdagang, ia juga pernah sebagai menjadi tukang parkir, kuli bangunan hingga menjadi staf di salah satu sekolah. Soleh tercatat aktif dalam kegiatan pengajian, dan kegiatan sosial lainnya.

"Kampanye saya ini cukup sederhana. Segala persiapan kampanye, seperti komputer, printer dan alat peraga lainnya, sudah saya siapkan di warung," ungkap Soleh.

Cara yang ia lakukan itu dengan menggunakan metode door to door, pengajian dan pendampingan terhadap para remaja. [has]

Baca juga:
Janjikan SIM Seumur Hidup dan Bebas Pajak Motor, Caleg PKS Diperiksa Bawaslu Makassar
Alat Peraga Kampanye Dipasang Sembarangan di Sudut Ibu Kota
Bawaslu Bali Temukan Satu WNA Pemilik e-KTP masuk DPT di Kabupaten Bangli
Buktikan Tak Melanggar Pemilu, Zulkifli Datangi Bawaslu dalam Kondisi Sakit
Kemendagri Beri Data 103 WNA Masuk DPT Kepada KPU

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini