Kisah-Kisah Nyata Anggota TNI Duel dengan Penjahat Selamatkan Warga

Rabu, 6 Februari 2019 06:00 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah-Kisah Nyata Anggota TNI Duel dengan Penjahat Selamatkan Warga Latihan Gabungan TNI di Situbondo. ©2018 Merdeka.com/Nur Habibie

Merdeka.com - Ini kisah nyata tentang heroiknya seorang anggota TNI. Kemampuan dan keberaniannya benar-benar teruji. Bahkan menjadi hero bagi masyarakat.

Kejahatan bisa terjadi di mana saja. Secara kebetulan, anggota TNI yang melihat mampu meringkus penjahat jalanan. Kemampuan bela diri dan keberaniannya membuat penjahat bertekuk lutut.

Berikut kisah-kisah nyata anggota TNI berduel dengan penjahat:

1 dari 4 halaman

Anggota Kopassus Duel dengan 8 Preman

Sertu Wahyu Fajar Dwiyana. ©2017 merdeka.com/istimewa

Seorang anggota Kopassus, Sertu Wahyu Fajar Dwiyana, melawan 8 preman di Sumedang, Jawa Barat. Satu preman tergeletak di jalan. Kejadian ini berawal saat Sertu Fajar pulang ke Sumedang pada 25 Mei 2017. Namun di tengah jalan, ia melihat seorang pengendara motor dikeroyok dan dianiaya secara brutal oleh sekelompok pemuda yang mabuk.

Wahyu langsung turun dari motor dan mendekati mereka untuk melerai. Namun pemuda-pemuda itu tak terima dipisahkan, bahkan berusaha mengeroyok Wahyu. Padahal Wahyu sudah menjelaskan bahwa ia anggota TNI, tetapi tak digubris. Akhirnya terjadi perkelahian, 1 anggota TNI melawan 8 preman.

Wahyu berusaha membela diri. Ia berhasil melumpuhkan seorang pengeroyok hingga tergeletak di jalan, sedangkan yang lainnya melarikan diri. Alhasil, seorang preman tersebut dibawa ke Koramil Tanjung Sari.

2 dari 4 halaman

Anggota TNI Tangkap Sekelompok Pencuri Sawit

Pemusnahan kebun sawit ilegal di Leuser. ©AFP/JANUAR

Seorang personel TNI, Praka Iwan Karokaro, menangkap pencuri sawit di Tandan Buah Segar (TBS) milik kebun sawit PTPN II di kebun Tanjung Jati, Binjai. Sempat terjadi duel antara Iwan dengan "ninja" sawit tersebut. Iwan yang saat itu merupakan personel TNI dari Kesatuan Yonif 125 Simbisa Brigif 7 Rimba, mengalami luka bacok di telinganya.  

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I/BB Kolonel Roy Hansen J Sinaga menceritakan awal kejadian saat pihak satpam PTPN II bersama personel TNI dan pihak kepolisian melakukan patroli bersama. "Patroli tersebut dilakukan atas laporan terkait maraknya aksi pencurian sawit di kebut tersebut," kata Roy Hansen.

Ia melanjutkan, saat patroli itulah mereka memergoki sekelompok orang yang melakukan pencurian sawit. Petugas langsung mengejar dan menangkap seorang pelaku. Sebelum tertangkap, sempat terjadi duel antara Iwan dengan pelaku pencurian. Pelaku mengeluarkan sajam dan membacok telinga sebelah kiti Iwan, dan nyaris putus.

Beruntung, pelaku bisa dilumpuhkan, dan diserahkan ke Polres Binjai. "Sedangkan akibat luka bacokan yang diterima Praka Iwan, ia pun harus dievakuasi ke RS Delia, dan selanjutnya dirujuk ke RS Bunda Thamrin untuk mendapatkan perawatan,"katanya.

3 dari 4 halaman

Anggota Kopassus Selamatkan Korban Pemerkosaan

Nicolas Sandi Harewan. ©2012 Merdeka.com

Pada 21 Juli 2012, anggota Kopassus TNI AD dari Sat-81, Serda Nicolas Sandi, menyelamatkan wanita yang hendak diperkosa di angkot -01 jurusan Ciledug-Kebayoran Lama di sekitar Lapangan Banteng.

Kejadian berawal saat korban berinisial I berteriak minta tolong dan didengar Nicolas yang kebetulan melintas dan kendaraan dalam posisi beriringan dengan angkot itu. Saat itu, kondisi I sudah dibekap oleh tiga orang pria yang berada di dalam angkot tersebut.

Melihat ada kejanggalan di angkot itu, dia pun mengejarnya. Si sopir yang mengetahui kendaraannya dibuntuti, para pelaku lantas melempar I keluar dari angkot. Saat itu, posisi angkot tepat berada di depan Gedung Mahkamah Agung, Jalan Medan Merdeka Utara.

Pengejaran Nicholas berhasil. Angkot tersebut berhasil dihentikannya dan keempat pelaku dibekuk. Mereka kemudian diserahkan ke petugas Polres Metro Jakarta Pusat.

4 dari 4 halaman

Anggota Babinsa Kejar dan Tangkap Pelaku Penculikan

Ilustrasi Babinsa. ©Istimewa

Aksi heroik Babinsa mengejar pelaku penculikan di Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Juni 2018 patut diacungi jempol. Anggota babinsa Koramil 13/PST bernama Serda Zulfitri Matondang mengejar pelaku dengan menggunakan sepeda motornya.

Kejadian berawal saat pelaku bernama Chanda Hidayah Pasaribu melintas di Desa Samting. Pelaku melihat bocah perempuan usia 4 tahun di pinggir jalan. Lantas pelaku langsung menyambar dan menculik anak tersebut.

Ibu korban berteriak minta tolong. Dan kebetulan Zulfitri sedang melintas tempat kejadian. Mendengar teriakan ibu korban, Zulfitri bersama warga lainnya langsung mengejar pelaku dengan motornya.

Pengejaran berhasil. Usai pengejaran sejauh 3 kilometer dari titik penculikan, pelaku berhasil diamankan. "Lalu pelaku dan korban saya bawa ke rumah kepala dusun," kata Zulfitri. [has]

Baca juga:
Letjen TNI Herindra Ungkap Sosok Paling Ditakuti Kopassus di Timor Timur
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Anggota TNI di OKU Timur Karena Utang
Mengenang Pesawat Tempur TNI yang Pernah Berjibaku dalam Perang
Tradisi Pedang Pora dan Cium Pataka Warnai Penyambutan Pangdam Jaya Baru
Ribuan Purnawirawan TNI-Polri Silaturahmi ke Rumah Prabowo di Hambalang

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini