Kisah Kejujuran Gadis Penjual Susu Hingga Dinikahkan dengan Putera Khalifah

Sabtu, 25 April 2020 03:31 Reporter : Ramadhian Fadillah
Kisah Kejujuran Gadis Penjual Susu Hingga Dinikahkan dengan Putera Khalifah Ilustrasi Ramadan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Khalifah Umar bin Khattab dikenal sering blusukan mengelilingi lorong-lorong Madinah di waktu malam. Pemimpin Kaum Muslimin yang paling disegani itu, ingin melihat langsung kondisi rakyatnya dari dekat. Kadang Umar langsung memberikan bantuan seorang diri jika ada yang membutuhkan.

Suatu malam, Umar bin Khattab usai berkeliling. Dia menyandarkan tubuhnya pada dinding sebuah rumah sederhana. Tak sengaja Umar mendengar pembicaraan dua orang wanita.

Kisah ini disarikan dari buku 10 Kunci Rezeki ala Sahabat Rasulullah yang ditulis Fauziah Rachmawati dan diterbitkan Qibla, PT Bhuwana Ilmu Populer tahun 2015.

Sang ibu berupaya merayu puterinya untuk melakukan kecurangan. "Campurkan air ke dalam susu yang akan kita jual itu, Nak," kata seorang wanita.

"Tapi Ibu, Khalifah Umar melarang hal ini." sanggah puterinya. Khalifah memang melarang mencampur susu dengan air karena dianggap sebagai kecurangan dalam berdagang.

"Ayo lakukan, Umar bin Khattab kan tidak mungkin melihat kita," ibunya mendesak terus.

Sang anak menjawab dengan bijak. "Iya Ibu, Khalifah tidak melihat kita. Tetapi Allah SWT pasti melihat kita," katanya.

Umar sangat terkesan dengan jawaban tersebut. Dia mengagumi kejujuran gadis penjual susu yang sederhana.

Setelah mengumpulkan informasi, Umar mengumpulkan putera-puteranya. Dia meminta salah seorang di antara mereka untuk menikahi gadis penjual susu tersebut. Umar yakin keturunan mereka kelak akan melahirkan seorang pemimpin besar yang mengharumkan Agama Islam.

Adalah Ashim, putera Umar yang kemudian menikahi wanita penjual susu itu. Pernikahan digelar sederhana namun penuh hikmah. Putera pemimpin Islam yang paling dihormati di seluruh Jazirah Arab, dengan puteri penjual susu yang jujur.

Apa yang disampaikan oleh Umar kemudian terbukti. Keturunan Ashim dan Ummu Amarra kelak melahirkan sosok Umar bin Abdul Azis, seorang pemimpin besar dari Dinasti Ummayah yang memerintah dengan adil dan jujur.

Silsilah soal Umar bin Abdul Azis ini juga ditulis dalam buku Sejarah Daulah Umawiyah dan Abbasiyah yang ditulis DR Ali Muhammad Ash Shallabi dan diterbitkan Penerbit Umul Qura Jakarta.

Kisah neneknya dari Bani Hilal yang menolak mencampur susu karena kepatuhan terhadap seruan Khalifah Umar Bin Khattab dan ketakutannya pada Allah SWT sangat terkenal. Dialah putera dari Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khattab.

Umar bin Abdul Azis sering dipanggil dengan Khalifah Umar II. Dia meneladani kepemimpinan Umar bin Khattab. Dia dikenal zuhud dan antikorupsi. Sederhana dan penuh teladan. Sosoknya membawa kedamaian dan kesejahteraan untuk seluruh umat semasa era pemerintahannya. [ian]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini