Kisah Iti, korban crane jatuh ingin meninggal di Makkah

Sabtu, 12 September 2015 18:46 Reporter : Andrian Salam Wiyono
Kisah Iti, korban crane jatuh ingin meninggal di Makkah foto korban kejatuhan crane di mekah. ©2015 merdeka.com/andrian salam wiyono

Merdeka.com - Iti Rasti binti Darmini, warga Jalan Nyampay No 45 RT 002/010, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi salah satu korban meninggal akibat musibah crane jatuh di Masjidil Haram, Makkah.

Namun rupanya, meninggal di Tanah Suci menjadi salah satu cita-cita wanita berusia 56 tahun itu. Perjalanan haji kali ini adalah yang kali pertama dilakukannya.

Ibu tiga anak ini berangkat ke Tanah Suci bersama dengan sang suami, Duskarno (67) dengan rombongan Kloter 23, Sabtu (29/8) lalu. Dua pekan beribadah di Makkah kabar duka itu datang. Crane raksasa jatuh di sela umat muslim sedang beribadah.

Dilaporkan ada 107 orang dari berbagai negara meninggal dalam peristiwa tersebut.

Pihak keluarga Iti yang mengikuti perkembangan berita di televisi pada Jumat (11/9) malam belum mendapatkan kepastian soal korban dari WNI. Barulah pihak Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Toyibah Langensari pukul 06.00 WIB tadi mendatangi rumahnya yang berada di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Iti meninggal dunia. Sementara, sang suami selamat lantaran saat kejadian sedang berada di tempat peristirahatan.

"Saya mendapat laporan dari KBIH. Bahwa ibu saya sudah meninggal," kata Arbani Sodiq (31) putra kedua Iti saat ditemui di kediamannya, Sabtu (12/9).

Keluarga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian Iti. Sebab, ilmu ikhlas adalah hal yang selalu disampaikan Iti kepada anak-anaknya.

Menurutnya, sang ibu memang memiliki keinginan meninggal dunia di Tanah Suci.

"Sebelum berangkat memang ibu pernah bilang ingin meninggal di Makkah," terangnya.

Kini Iti pergi untuk selama-lamanya. Ia meninggalkan suami dan tiga anaknya di usia ke-56. [dan]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini