KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Kisah hidup Mary Jane, si miskin yang lolos dari eksekusi mati

Rabu, 29 April 2015 07:45 Reporter : Hery H Winarno
Terpidana Mary Jane lomba Kartini. ©AFP PHOTO/TARKO SUDIARNO

Merdeka.com - Tepat pukul 00.35 WIB, 8 orang terpidana mati menghadapi regu tembak. 13 Bintara polisi mengambil posisi dan membidik jantung ke delapan terpidana mati. Dor, sesaat kemudian 8 terpidana mati dinyatakan tewas dengan peluru menembus jantung.

Namun eksekusi dini hari tadi menyisakan cerita tersendiri bagi wanita miskin asal Filipina, Mary Jane Veloso. Mary Jane batal dihukum mati malam ini. Hukuman mati untuk Mary Jane dibatalkan di detik-detik terakhir saat regu tembak sudah bersiap.

"Eksekusi mati Mary Jane ditunda," kata Kapuspenkum Kejagung Tonny Spontana saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (29/4) dini hari.

Pembatalan hukuman mati dikarenakan ada fakta baru dalam kasus Mary Jane. Sebelumnya, Maria Cristina Sergio menyerahkan diri ke kepolisian Nuefa Ecija, Filipina.

Maria Cristina merupakan penyalur Mary Jane Veloso, salah satu terpidana mati lantaran kasus Narkoba di Indonesia. Maria menyerahkan diri hanya berselang beberapa jam sebelum Kejaksaan Agung Indonesia menyampaikan jadwal eksekusi yang akan dijalani oleh Mary Jane.

Maria yang memiliki nama lain yaitu Mary Christine Gulles Pasadilla ini menyerahkan diri dengan alasan takut dengan kehidupan Mary Jane setelah dia menerima putusan hukuman mati.

Lalu siapa sebenarnya Mary Jane? Benarkah dia hanya korban trafficking?
[rnd] SELANJUTNYA

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.