Kisah Dony Caleg PDIP yang pernah jualan buah hingga berprofesi sebagai DJ

Senin, 6 Agustus 2018 16:24 Reporter : Rizky Andwika
Kisah Dony Caleg PDIP yang pernah jualan buah hingga berprofesi sebagai DJ Ramond Dony Adam. ©2018 Istimewa

Merdeka.com - Beragam latar belakang profesi mewarnai pemilihan legislatif tahun 2019. Salah satunya, Ramond Dony Adam, caleg DPR RI dari PDI Perjuangan untuk Dapil Aceh I. Di masa-masa sulitnya, pria 34 tahun ini pernah menjalani pekerjaan sebagai tukang buah.

"Ketika saya duduk di bangku SMA, nenek saya yang membiayai semua keperluan sekolah. Saya enggak tega melihat uang jatah pensiun yang tak seberapa itu habis buat semua cucunya. Akhirnya saya mencoba cari pekerjaan sendiri," kata Dony disampaikan melalui keterangan tertulis, Senin (6/8).

Pekerjaan tukang buah didapat Dony dari rekannya yang merupakan juragan buah di Kota Meulaboh.

"Memang saya yang menawarkan diri kepada Wan Belangong, teman saya toko buah di Meulaboh. Dia yang akhirnya merespons niat baik saya," cerita Dony.

Dari hasil jualan buah itu, Dony akhirnya bisa tidak meminta uang jajan lagi kepada neneknya. "Lumayan buat uang jajan saya," katanya.

Nasib Dony mulai berubah ketika dia menyusul orangtuanya yang sudah tinggal di Jakarta. Di ibu kota negara, Dony yang memang hobi bermusik, mencoba belajar menjadi seorang Disc Jockey (DJ), sampai akhirnya dia bisa menjadi seorang Disc Jockey (DJ) terkenal di sejumlah tempat 'dugem'.

"Sesuai dengan firman-Nya, Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak mengubah keadaan suatu kaum yang berada dalam kenikmatan dan kesejahteraan, sehingga mereka mengubahnya sendiri. Juga tidak mengubah suatu kaum yang hina dan rendah, kecuali mereka mengubah keadaan mereka sendiri. Yaitu dengan menjalankan sebab-sebab yang dapat mengantarnya kepada kemuliaan dan kejayaan," katanya.

Memiliki jiwa sosial tinggi menjadi alasan Dony alih profesi dari seorang DJ ke politikus. "Dari kecil jiwa sosial saya sudah tinggi, mudah iba terhadap orang lain yang hidupnya kurang dari saya, atas dasar itulah saya tertarik terjun di dunia politik," katanya.

Terkait pilihan ke PDI Perjuangan, Dony mengatakan, pilihan itu bukan karena ikut-ikutan atau sengaja memilih partai yang sedang berkuasa.

"Sebab saya sudah berkartu anggota PDI Perjuangan sudah sejak 2012. Hanya saja bedanya dulu sebatas simpatisan, dan kini benar-benar ikut berkontribusi dalam membangun partai," katanya.

Jika lolos ke Senayan nanti, Dony ingin lebih berkontribusi membangun Aceh. Selama ini, dia memang sudah sering menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh, khususnya Aceh Barat, kepada pemerintah setempat dan para pemangku kebijakan lainnya. Misalnya, dalam pembangunan PLTA di kabupaten tersebut.

"Doakan saja Insya Allah akhir tahun ini pembangunan infrastruktur PLTA di Aceh barat mulai dikerjakan. Semoga dapat menekan angka pengangguran dan ke depannya dapat meningkatkan roda perekonomian di wilayah tersebut," ujarnya. [rzk]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini