Kisah Dompet Penyelamat Korban Bom Mapolrestabes Medan

Kamis, 21 November 2019 05:15 Reporter : Yan Muhardiansyah
Kisah Dompet Penyelamat Korban Bom Mapolrestabes Medan Korban ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Korban ledakan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan punya cerita sendiri soal kejadian Rabu (13/11) itu. Ada yang terselamatkan berkat dompet di saku celananya.

Ada 6 korban luka dalam peristiwa ini. Empat di antaranya personel kepolisian, yakni: Kompol Sarponi, Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan; Kompol Abdul Mutolib, Kasi Propam; Aipda Deni dan Bripka Juli Candra yang bertugas di Seksi Propam. Dua korban lainnya: Ricad Purba, PHL Bag Ops, dan Ikhsan Mulyadi, mahasiswa yang sedang mengurus SKCK.

"Lima orang sudah boleh pulang, tinggal satu orang," kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Selasa (19/11). Namun dia tidak menyebut siapa yang masih dirawat.

Aipda Deni sempat menceritakan kepada awak media mengenai detik-detik sebelum bom meledak. Dia mengatakan, peristiwa itu terjadi saat mereka baru bubar apel pagi. "Usai apel khusus Propam bubaran, saya langsung mengambil absen untuk apel nanti jam 9 malam. Saya ngobrol sama Pak Kasi, Pak Sarponi, sama Chandra. Ngobrol seperti biasa," ucapnya kepada wartawan.

Tiba-tiba Deni menoleh ke kiri. Dia melihat pria mengenakan jaket pengemudi ojek online datang. Jarak mereka ketika itu sekitar 4 meter. "Terus saya tegur, 'Bang mau ke mana Bang?' Enggak lama terus bom meledak," tutur Deni.

Setelah ledakan bom, Deni bersama rekan-rekannya berlarian berusaha menyelamatkan diri bersama para pengunjung Mapolrestabes Medan. Saat itu baju, baret dan rompinya kena serpihan. Ada darah dan ada pula serpihan daging. Setelah tenang dia baru sadar tangannya terluka.

©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah

Ikhsan Mulyadi Siregar, mahasiswa yang terluka di bagian paha kiri, mengatakan, saat bom meledak dia sedang menunggu temannya yang sedang mengurus SKCK. Tiba-tiba terjadi ledakan. "Jaraknya sekitar 10 meter. Tapi saya tidak melihat pelaku," ujarnya.

Sementara Kompol Sarponi yang terluka di bagian bokong dan paha kanan punya cerita dirinya terselamatkan dompet di kantong belakangnya. Hal itu dia ceritakan saya dijenguk Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, di RS Bhayangkara, Medan, Jumat (15/11) malam. Benda semacam paku menembus dompetnya. Dia tidak dapat membayangkan jika saat itu dompetnya tidak ada.

"Berarti ini dompet penyelamat ya," kata Agus ketika itu.

Ledakan bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) pagi. Kejadian itu menewaskan tersangka pelaku, Rabbial Muslim Nasution alias Dedek (24) dan melukai 6 orang lainnya. [bal]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini