Kisah Budi selamatkan istri dari kebakaran di Menteng

Selasa, 17 Juli 2018 07:45 Reporter : Merdeka
Kisah Budi selamatkan istri dari kebakaran di Menteng Ilustrasi kebakaran. ©2015 Merdeka.com/firewatch.co.uk

Merdeka.com - Sebanyak 32 rumah di jalan Menteng Tenggulun, Menteng, Jakarta Pusat, ludes terbakar pada Sabtu (14/7) kemarin lusa. Sejumlah warga yang jadi korban kebakaran pun terlihat mengais sisa-sisa barang yang dianggap masih layak dan bisa diamankan.

Pantauan Liputan6.com, Senin (16/7) sore, ada seorang bapak yang terus memandangi ruang kamar di rumahnya yang hangus. Pria itu bernama Budi Cahyo. Di sana, ia masih mengucap syukur meski tidak ada satu pun barang yang berhasil diselamatkan.

"Ludes mas. Nggak ada yang sisa hanya baju di badan. Surat-surat berharga kaya KK, KTP dan kartu berobat juga ludes. Ya tapi Alhamdulillah, istri saya masih bisa selamat," katanya kepada Liputan6.com di lokasi.

Budi menuturkan, saat kebakaran terjadi dirinya tengah berada di luar rumah. Kemudian, dia baru mengetahui adanya peristiwa kebakaran dari warga yang melintas di jalan tersebut. Tak berapa lama, warga lainnya pun bersahutan mengabarkan hal yang sama.

"Awalnya keadaan sepi, tiba-tiba api itu kelihatan langsung besar aja. Saya lihat awalnya dari jauh api itu dari atas. Warga saya lihat udah pada teriak histeris lah pokoknya," ujarnya.

Panik bercampur rasa takut menyelimuti perasaannya. Bukan tanpa alasan, kata Budi, istrinya tengah terbaring tidak berdaya di kamar depan lantaran menderita stroke. dia langsung berlari. Saat tiba di jalan depan rumah, api sudah menjilat atap bagian depan.

"Panik saya. Istri saya sakit stroke udah 8 bulan di rumah pakai tabung oksigen. Api udah gede banget. Saya masuk tapi bingung awalnya. Saya teriak aja minta bantuan," ungkapnya.

Budi berusaha tenang sambil menunggu bantuan datang. Di kamar, satu persatu alat bantu kesehatan yang menempel di tubuh sang istri dilepas perlahan. Salah satunya alat bantu pernapasan. Dia pun berusaha meyakinkan sang istri bahwa dirinya bisa menyelamatkannya.

"Nggak lama terus ada anak anak muda datang, terus bantu digotong dibawa ke musala. Alat terpaksa dicabut semua. Istri saya kan ada pendarahan otak jadi ada alat yang nempel," ungkapnya.

Sang istri yang bernama Sri Hastuti pun langsung dirujuk dibawa ke RS Tarakan untuk mendapatkan perawatan.

Reporter: Moch Harunsyah
Sumber: Liputan6.com [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini